banner 728x250

SPMB 2026, SMASA Magetan Sediakan 360 Kursi bagi Calon Murid Baru

ProKontra, Magetan – SMAN 1 Magetan mulai melakukan persiapan menghadapi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026. Sekolah unggulan di Kota Gendang tersebut menyiapkan kuota penerimaan sebanyak 360 siswa baru yang akan dibagi ke dalam 10 rombongan belajar (rombel).

Penyediaan kuota itu sejalan dengan penerapan sistem baru penerimaan siswa jenjang SMA/SMK yang kini menggunakan istilah SPMB sebagai pengganti PPDB.

Kepala SMAN 1 Magetan, Aris Sudarmono, menjelaskan bahwa perubahan istilah dilakukan agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Menurutnya, penggunaan kata “murid” dinilai lebih familiar dibanding istilah peserta didik baru yang digunakan sebelumnya.

“Istilah murid dianggap lebih membumi dan mudah dipahami masyarakat. Namun secara substansi, mekanismenya tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Selasa (12/5/2026).

Meski secara umum sistem seleksi tidak mengalami banyak perubahan, tahun ini terdapat penyesuaian pada tahapan jalur penerimaan. Jalur domisili kini menjadi tahap awal dalam proses pendaftaran.

Kebijakan tersebut diterapkan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya. Langkah itu bertujuan memberi prioritas kepada calon murid yang berdomisili di sekitar lingkungan sekolah.

“Kami mengutamakan jalur domisili agar masyarakat di sekitar sekolah tidak merasa dirugikan atau khawatir kehilangan kesempatan. Dengan begitu, warga sekitar dapat lebih tenang karena kuotanya dibuka lebih dahulu,” tambahnya.

Selain jalur domisili, SPMB 2026 juga menyediakan beberapa jalur lainnya. Di antaranya jalur afirmasi untuk keluarga kurang mampu pemegang KIP/PKH dan penyandang disabilitas, jalur mutasi orang tua bagi anggota TNI, Polri, maupun ASN, hingga jalur khusus bagi anak guru dan anak buruh.

SMASA juga tetap membuka kesempatan bagi siswa berprestasi melalui jalur akademik maupun non-akademik seperti olahraga dan seni. Namun, sertifikat yang digunakan harus bersifat berjenjang dan diakui oleh Dinas Pendidikan.

Tahapan seleksi nantinya akan ditutup melalui jalur prestasi nilai akademik yang menggunakan konversi nilai rapor semester 1 hingga 5 serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Juni mendatang.

Aris menegaskan seluruh proses pendaftaran hingga pengumuman dilakukan secara daring untuk menjamin transparansi pelaksanaan seleksi.

“Seluruh proses berjalan by system. Masyarakat tidak perlu khawatir karena nilai tidak bisa diintervensi,” tegasnya.

Saat ini, pihak SMP maupun MTs asal tengah melakukan penginputan nilai rapor ke dalam sistem. Sementara itu, pengambilan PIN pendaftaran dijadwalkan dimulai pada 28 Mei 2026.

Pihak sekolah juga mengimbau para orang tua dan calon murid agar aktif mempelajari petunjuk teknis melalui laman resmi SPMB Jawa Timur supaya proses pendaftaran dapat berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *