banner 728x250

Dana dari Pusat Menurun, Jumlah Pekerjaan Jalan di Magetan Ikut Menyusut

ProKontra, Magetan – Berkurangnya aliran anggaran dari pemerintah pusat ke Kabupaten Magetan hingga hampir 50 persen membuat pembangunan infrastruktur di wilayah ini tidak bisa berjalan seluas tahun-tahun sebelumnya. Situasi tersebut berdampak langsung pada pengurangan skala dan target pekerjaan, khususnya di sektor jalan yang menjadi tanggung jawab utama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Kepala Dinas PUPR Magetan, Ir. Muchtar Wahid, sebelumnya telah menyampaikan bahwa penurunan anggaran yang cukup besar ini tentu membawa konsekuensi nyata. Program pembangunan yang biasanya dapat dilaksanakan secara luas kini harus dikurangi dan disesuaikan dengan kondisi keuangan yang tersedia.

Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Magetan, Hariyanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/5/2026). Ia mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran di bidang yang dipimpinnya tahun ini memang sangat terasa dibandingkan tahun sebelumnya.

“Untuk Tahun 2026 ini, jumlah titik lokasi pekerjaan di Bidang Bina Marga memang jauh berkurang dibandingkan tahun 2025 yang lalu,” ujarnya.

Ia memaparkan data yang menunjukkan penurunan tersebut. Pada tahun 2025 terdapat 53 titik pekerjaan jalan dengan total anggaran sekitar 43 miliar rupiah. Sedangkan pada tahun 2026 jumlahnya turun drastis menjadi hanya 26 titik pekerjaan dengan anggaran sekitar 26 miliar rupiah.

Hariyanto juga menerangkan terkait pembagian tugas dan sumber pembiayaan pekerjaan jalan. Penanganan jalan yang sifatnya darurat atau kerusakan ringan menjadi tanggung jawab Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Adapun proyek yang sudah direncanakan dan berskala besar, seperti pengaspalan hotmix, menggunakan dana alokasi khusus dari pemerintah pusat. Sementara itu, pekerjaan penunjang lainnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Akibat keterbatasan anggaran tersebut, pihaknya mengaku belum dapat memenuhi seluruh harapan masyarakat terkait pembangunan dan perbaikan jalan secara menyeluruh. Tahun ini, prioritas utama difokuskan untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas pada tahun sebelumnya.

“Prioritas kami adalah menyelesaikan pekerjaan yang masih tertinggal dari tahun 2025. Jadi yang belum rampung dulu yang kami lanjutkan pengerjaannya di tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu, untuk pemeliharaan rutin jalan yang sudah ada, pola penanganannya masih dilakukan seperti sebelumnya. Tim dari UPTD bersama Unit Rehabilitasi dan Konstruksi (URC) hanya mampu menangani kerusakan ringan hingga sedang dengan metode penambalan pada bagian jalan yang rusak atau berlubang.

“Untuk saat ini, kemampuan kami hanya sebatas menambal lubang-lubang jalan. Tapi tentu saja tidak semuanya bisa kami tangani, terutama jika kerusakannya sudah parah dan mendalam. Perbaikan jenis itu butuh biaya besar dan harus masuk dalam skema proyek khusus,” kata Hariyanto.

Di akhir keterangannya, ia meminta pengertian dari masyarakat Magetan. Dengan kondisi anggaran yang terbatas pada tahun 2026 ini, pihaknya belum dapat memberikan pelayanan secara maksimal seperti yang diharapkan masyarakat. Meskipun demikian, tim Bina Marga tetap berkomitmen bekerja semaksimal mungkin demi memberikan pelayanan terbaik bagi kenyamanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *