ProKontra, Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai mengambil langkah untuk membantu peternak ayam petelur yang terdampak turunnya harga telur di tingkat peternak. Salah satu upaya nyata yang dilakukan yakni melalui gerakan aparatur sipil negara (ASN) membeli telur lokal.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman samping Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan, Selasa (12/5/2026). Sekitar 180 kilogram telur dibeli ASN sebagai bentuk dukungan terhadap para peternak lokal.
Langkah itu merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi antara pemerintah daerah bersama asosiasi peternak ayam petelur beberapa waktu lalu.
Gerakan tersebut juga sejalan dengan slogan “Berempati, Peduli dan Berbagi untuk Magetan Lebih Baik” yang diusung ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Welly Kristanto, menyampaikan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah guna membantu peternak ayam petelur menghadapi penurunan harga telur.
“Sesuai hasil audiensi dan koordinasi, ada penambahan menu telur pada SPPG yang sebelumnya dua kali menjadi tiga kali dalam seminggu. Selain itu ada gerakan imbauan ASN membeli telur serta kegiatan lain yang dapat membantu penyerapan stok melalui program Dinkes dan Dikpora,” katanya.
Menurut Welly, langkah tersebut diharapkan dapat membantu peternak kecil agar tetap bertahan di tengah merosotnya harga telur. Pemkab juga berupaya meningkatkan penyerapan telur lokal supaya hasil produksi peternak tidak terbuang percuma.
Ia menjelaskan rendahnya penyerapan telur di Magetan dipengaruhi masuknya telur dari luar daerah dengan harga yang lebih murah. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap peternak lokal, terutama peternak skala kecil.
“Gerakan ini bertujuan menjaga kestabilan harga, membantu perekonomian peternak agar tidak gulung tikar, sekaligus meningkatkan konsumsi telur lokal,” ujarnya.
Langkah Pemkab Magetan tersebut dilakukan setelah sebelumnya para peternak sempat membagikan telur gratis sebagai bentuk protes lantaran harga jual dinilai belum mampu menutup biaya produksi.
Selain gerakan ASN membeli telur, penyerapan telur juga dilakukan melalui 64 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Kabupaten Magetan. Telur tersebut nantinya diberikan kepada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika sebelumnya menu telur hanya diberikan dua kali dalam sepekan, kini ditambah menjadi tiga kali dalam seminggu.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menyerap kelebihan produksi telur sekaligus membantu pemasaran hasil peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan.













