Prokontra, Bengkayang — Di tengah kesibukan memantau layar Closed Circuit Television (CCTV) yang menampilkan aktivitas dapur dari berbagai sudut, senyum optimis terpancar dari wajah Shara Nirwani. Di bawah naungannya, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jirak, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, hadir bukan sekadar tempat memasak ribuan porsi makan siang.
Dapur yang dikelola melalui Yayasan Generasi Muda Dinamis Raya ini mengusung misi besar: menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan guna mendukung tercapainya visi Indonesia Sehat 2045.
Hal tersebut diungkapkan oleh Shara Nirwani selaku Mitra SPPG Jirak Samalantan saat ditemui di ruang monitoring dapur, Senin (28/10/2026).
“Di balik pemenuhan gizi untuk Indonesia Sehat 2045, di balik itu semua tersirat suatu harapan, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pengadaan bahan kebutuhan dapur, baik sayur, buah, ikan, serta hasil peternakan,” ucap Shara.
Komitmen Serap Hasil Tani Lokal
Bagi Shara, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah tidak boleh sekadar berhenti sebagai pembagian makanan. Lebih dari itu, MBG harus menjelma menjadi ekosistem ekonomi yang menghidupkan sektor pertanian di tingkat lokal.
“Yang kami harapkan adalah ada serapan bahan hasil tani pertanian setempat,” tegas Shara.
Wilayah Samalantan dan sekitarnya dinilai memiliki potensi agraris yang melimpah, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, ikan air tawar, hingga ayam dan telur. Selama ini, kendala utama para petani kerap terletak pada pemasaran. Melalui Dapur MBG Jirak, rantai distribusi tersebut dipangkas sehingga petani mendapat kepastian pasar dengan harga adil, sementara dapur memperoleh pasokan bahan baku segar langsung panen.
“Jika bahan baku kita ambil dari petani lokal, maka uang APBN untuk program MBG ini berputar di sini juga. Petani kita sejahtera, ekonomi desa bergerak. Ini yang kami perjuangkan,” jelasnya.
Standar Ketat dan Pemberdayaan Ibu-Ibu Lokal
Berdasarkan pantauan di lapangan, Dapur SPPG Jirak telah menerapkan standar Badan Gizi Nasional (BGN) secara ketat. Sebanyak delapan layar CCTV dikerahkan di ruang kontrol untuk memantau seluruh aktivitas mulai dari gudang bahan baku, area persiapan, proses memasak, hingga tahap pengemasan (packing) secara real-time.
Selain menjaga kualitas higienitas, dapur ini memprioritaskan pemberdayaan masyarakat sekitar dengan melibatkan ibu-ibu rumah tangga dari Dusun Jirak dan sekitarnya sebagai relawan serta pekerja dapur. Mereka tidak hanya diberi pekerjaan tetap, tetapi juga dibekali pelatihan keamanan pangan dan manajemen dapur profesional.
“Ini pemberdayaan yang nyata. Ibu-ibu di sini punya penghasilan tetap, punya keterampilan baru, dan mereka bangga karena ikut andil menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anak kita sendiri,” tambah Shara.
Melalui Yayasan Generasi Muda Dinamis Raya, SPPG Jirak berkomitmen mengawal tiga pilar utama arahan BGN: pemenuhan gizi anak, bergeraknya ekonomi lokal, serta terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.













