banner 728x250

Pestisida dari Taman dan Kebun! Dinas TPHP Magetan Gencarkan Pengendalian Hama Ramah Lingkungan dengan Inovasi Nabati yang Serbaguna

Foto bersama Petani saat persiapan melakukan penyemprotan hama

ProKontra, Magetan – Menggugah perhatian dalam upaya membangun sistem pertanian yang tidak hanya produktif namun juga menjaga kelestarian alam, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan kini semakin intensif dalam mendorong dan memperluas pemanfaatan pestisida nabati di seluruh kalangan petani lokal.

Program yang tidak hanya berfokus pada pengendalian hama dan penyakit tanaman, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan petani serta keamanan produk pangan yang sampai ke meja makan masyarakat ini, dijalankan melalui rangkaian kegiatan komprehensif mulai dari sosialisasi menyeluruh, pelatihan praktis hingga pendampingan berkelanjutan kepada setiap kelompok tani yang ada di berbagai kecamatan di Kabupaten Magetan, Jumat (6/3/2026)

Kepala Dinas TPHP Ir. Uswatul Chasanah, MMA yang akrab disapa Anna mengatakan, perbedaan dengan pestisida kimia sintetis yang kerap menjadi perhatian karena dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, pestisida nabati merupakan solusi alami yang berasal dari ekstrak berbagai jenis tumbuhan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan pertanian maupun pekarangan rumah tangga.

“Di antara bahan-bahan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun mimba yang kaya akan azadirachtin, serai dengan kandungan sitral dan geraniol, tembakau yang mengandung nikotin alami, bawang putih dengan senyawa allicin, serta berbagai jenis tanaman lainnya seperti cabai merah, kunyit, dan lidah buaya yang telah terbukti memiliki kandungan senyawa aktif efektif untuk menekan perkembangan hama serta mencegah penyebaran penyakit pada tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan,” terang Anna.

Lanjutnya, penggunaan pestisida nabati tidak hanya dinilai lebih aman bagi ekosistem pertanian yang meliputi tanah, air, dan udara, tetapi juga memberikan keamanan ekstra bagi petani yang langsung berinteraksi dengan bahan tersebut saat aplikasi, serta menjamin tidak adanya residu berbahaya pada hasil panen. Hal ini menjadi nilai tambah penting mengingat permintaan pasar terhadap produk pertanian organik dan aman dikonsumsi terus meningkat baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Untuk memastikan pemahaman yang benar dan penerapan yang tepat, petugas lapangan dari Dinas TPHP menggelar kegiatan penyuluhan serta demonstrasi langsung pembuatan pestisida nabati di tingkat kelompok tani. Dalam setiap kegiatan tersebut, petani diberikan penjelasan mendetail mengenai teknik pemilihan bahan baku yang berkualitas, langkah-langkah pembuatan yang higienis dan efektif, cara aplikasi yang sesuai dengan jenis tanaman dan jenis hama yang akan dikendalikan, serta dosis penggunaan yang tepat agar tidak menyebabkan kerusakan pada tanaman maupun gangguan pada ekosistem sekitar. Selain itu, petani juga didorong untuk aktif memanfaatkan sumber daya lokal yang mudah diperoleh dan murah, sehingga tidak hanya dapat menekan biaya produksi secara signifikan tetapi juga meningkatkan kemandirian petani dalam mengelola organisme pengganggu tanaman tanpa harus tergantung pada produk kimia yang mahal,”beber Anna.

Ditambahkan Anna kegiatan gencar pemanfaatan pestisida nabati ini juga merupakan bagian penting dari implementasi konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang telah menjadi prioritas utama dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Magetan.

“Konsep ini menekankan pada pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dengan cara memanfaatkan berbagai komponen alam secara sinergis. Dengan penerapan pestisida nabati, populasi musuh alami hama seperti lebah penyerbuk, laba-laba, dan berbagai jenis serangga predator dapat tetap terjaga dengan baik, kesuburan tanah yang menjadi dasar produktivitas tanaman tetap terjaga, serta siklus produksi pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa menimbulkan kerusakan jangka panjang pada lingkungan,”terangnya.

Tidak berhenti sampai di situ, pihak Dinas TPHP berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan edukasi dan praktik penggunaan pestisida nabati ke berbagai sentra pertanian unggulan di Kabupaten Magetan, mulai dari sentra beras di Kecamatan Magetan, sentra sayuran di Kecamatan Madiun, hingga sentra perkebunan kopi dan teh di wilayah pegunungan Kecamatan Ngancar.

“Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesadaran luas petani terhadap pentingnya membangun pertanian sehat dan ramah lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terciptanya produk pertanian Kabupaten Magetan yang tidak hanya aman dikonsumsi tetapi juga memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar yang semakin kompetitif,” pungkas Anna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *