banner 728x250

Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda Ponorogo Siap “Jogo Ponorogo”, Gesit Baskoro Emban Amanah Baru

Prokontra, Ponorogo — Semangat persaudaraan serta komitmen menjaga kondusivitas daerah mewarnai Musyawarah Cabang (Muscab) Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda Ponorogo yang berlangsung di aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, Minggu (17/5/2026).

Dalam forum organisasi tersebut, Gesit Baskoro resmi terpilih sebagai Ketua PSHW TM Ponorogo untuk masa bakti 2026–2029. Adapun posisi Dewan Penasihat diberikan kepada Langen Triyono. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid sekaligus memperkuat kiprah PSHW TM di tengah masyarakat.

Mengangkat tema “Satu Hati dalam Persaudaraan dan Pengabdian, Siap Jogo Ponorogo,” Muscab berlangsung dengan nuansa kebersamaan yang kuat. Gesit Baskoro menegaskan bahwa amanah yang diterimanya merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar. Kami siap merangkul seluruh warga PSHW TM agar tetap satu hati dalam persaudaraan dan pengabdian,” ujar Gesit.

Ia juga menyoroti pentingnya peran organisasi pencak silat dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Menurutnya, PSHW TM harus mampu menjadi bagian dari solusi dengan tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan serta memperkuat sinergi bersama pemerintah dan aparat keamanan.

“PSHW TM harus hadir sebagai bagian dari solusi, menjaga marwah persaudaraan, serta bersinergi dengan pemerintah dan aparat demi Ponorogo yang kondusif,” lanjutnya.

Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas daerah melalui semangat persaudaraan. Menurutnya, kondisi daerah yang aman dan harmonis menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan di Ponorogo.

Bunda Lis — sapaan akrab Lisdyarita — mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan perguruan pencak silat, untuk terus bersinergi bersama pemerintah daerah demi menjaga kondusivitas wilayah.

“Mari menjaga komitmen bersama untuk terus mempererat persaudaraan demi Ponorogo yang aman dan harmonis,” tuturnya.

Ia berharap PSHW TM dapat menjadi teladan dalam menjaga ketertiban sekaligus aktif menciptakan suasana sejuk di tengah masyarakat. Menurutnya, organisasi pencak silat memiliki peran strategis dalam membina generasi muda, menanamkan nilai sportivitas, serta melestarikan budaya bangsa.

Hadir bersama jajaran Forkopimda Ponorogo, Bunda Lis juga menilai bahwa soliditas antarorganisasi pencak silat menjadi faktor penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai dan harmonis.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Ponorogo, Miseri Efendi, menyebut Muscab sebagai forum strategis untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi. Ia menegaskan komitmen IPSI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat demi menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta ikut berperan dalam pembangunan,” ungkapnya.

Melalui kepengurusan baru ini, PSHW TM Ponorogo diharapkan semakin memperkuat nilai persaudaraan, menjaga marwah organisasi, serta menjadi garda terdepan dalam menciptakan suasana aman, damai, dan kondusif di Bumi Reog.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *