banner 728x250

Pemkot Madiun Salurkan Seragam Gratis dan Uang Ongkos Jahit untuk Ribuan Pelajar SD-SMP

Prokontra, Madiun — Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kembali menggulirkan program pro-rakyat di sektor pendidikan dengan membagikan bantuan seragam sekolah gratis serta subsidi ongkos jahit kepada ribuan pelajar tingkat SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.

​Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, bertempat di SMP Negeri 3 Kota Madiun, Senin (2/11/2026). Dalam keterangannya, Bagus merinci bahwa total bantuan kain seragam yang digelontorkan mencapai 5.368 stel.

​“Dari jumlah 5.368 stel, sebanyak 2.242 stel untuk siswa SD dan 3.126 stel untuk siswa SMP. Bantuan seragam gratis yang kami berikan terdiri seragam putih-merah untuk SD, putih-biru untuk SMP, serta seragam pramuka,” jelas Bagus.

Selain paket kain seragam yang telah tuntas didistribusikan ke seluruh sekolah dalam kurun waktu satu pekan, Pemkot Madiun juga mengalokasikan anggaran khusus untuk biaya menjahit. Subsidi tunai sebesar Rp300.000 per anak ini diberikan kepada 4.393 siswa sekolah negeri (terdiri atas 1.651 siswa SD negeri dan 2.742 siswa SMP negeri) dengan total anggaran mencapai Rp1.317.900.000.

​Bagus menambahkan, mekanisme pencairan dana ongkos jahit tersebut akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing wali murid paling lambat dalam waktu seminggu ke depan. Adapun perbedaan cakupan penerima terjadi karena siswa swasta tahun ini turut memperoleh bantuan kain seragam, sementara biaya jahitnya ditanggung secara mandiri oleh orang tua.

​Melalui kebijakan ini, Pemkot Madiun turut mendorong perputaran ekonomi kerakyatan. Bagus mengimbau para orang tua agar memanfaatkan jasa penjahit lokal di sekitar tempat tinggal untuk menjahitkan pakaian anak-anak mereka.​

“Kami juga berharap bantuan seragam gratis dapat meningkatkan semangat dan kedisiplinan kehadiran siswa di sekolah,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Agus Purwowidagdo, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menyusun Rencana Anggaran Kegiatan (RAK) lebih dini pada masa mendatang agar proses pengadaan dan distribusi dapat diselesaikan jauh sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *