banner 728x250

Perkuat Konsolidasi dan Pelayanan Publik, DPD PKS Magetan Mulai Bangun Kantor Dua Lantai

Prokontra, Magetan — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Magetan menandai babak baru konsolidasi organisasinya dengan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan kantor baru di Jalan Tripandita, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Magetan, Sabtu (31/10/2026). Gedung representatif yang dirancang dua lantai ini tidak hanya diproyeksikan sebagai markas pemenangan, tetapi juga pusat layanan bagi masyarakat luas.

​Prosesi peletakan batu pertama tersebut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PKS, Riyono Caping, Ketua DPD PKS Magetan Indra Kusuma Aryanto, serta jajaran pengurus dan kader partai.

​Dalam sambutannya, Riyono menegaskan bahwa kantor baru tersebut harus berfungsi ganda—sebagai basis perjuangan internal kader sekaligus rumah terbuka bagi masyarakat Kabupaten Magetan.

​“Pertama, kantor ini kita dedikasikan untuk perjuangan seluruh kader dan struktur PKS. Ini menjadi rumah besar perjuangan politik. Kedua, kantor ini juga menjadi rumah bagi masyarakat Kabupaten Magetan,” ujar Riyono.

​Ia menambahkan, fasilitas gedung nantinya dapat dimanfaatkan untuk beragam kegiatan publik, mulai dari pertemuan kelompok masyarakat, wadah aktivitas kepemudaan, hingga berbagai program kemasyarakatan lainnya.

“Kita ingin PKS semakin dekat, semakin melayani, semakin memberdayakan, sekaligus membela kepentingan masyarakat Magetan secara luas,” imbuhnya.

​Sementara itu, Ketua DPD PKS Magetan, Indra Kusuma Aryanto, mengungkapkan bahwa pembangunan markas permanen ini merupakan wujud nyata kemandirian partai. Keberadaan fasilitas baru ini diharapkan mampu mendongkrak moril serta motivasi kader dalam menghadapi agenda politik ke depan.

​“Dengan adanya kantor ini, kita ingin menunjukkan kemandirian PKS. Harapannya, semangat dan motivasi kader semakin kuat sehingga target perolehan kursi di setiap daerah pemilihan bisa tercapai,” ungkap Indra.

​Terkait proses pembangunan, gedung berlantai dua tersebut ditargetkan rampung dalam kurun waktu satu hingga dua tahun, menyesuaikan kesiapan tenaga kerja di lapangan. Uniknya, pembiayaan proyek ini murni bersumber dari gotong royong kader melalui tradisi infak dan sedekah rutin yang dikoordinasikan lewat Unit Pembinaan Anggota (UPA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *