banner 728x250

Berangkat Kerja Bersama, Pulang dengan Nasib Berbeda

ProKontra, Magetan – Pagi itu diawali dengan semangat mencari rezeki, namun menjelang sore berubah menjadi tragedi yang meninggalkan duka mendalam. Nasib malang dialami dua kakak beradik pekerja bangunan saat membongkar kios bekas Pasar Alastuwo, Poncol, Magetan. Sang kakak meninggal dunia setelah tertimbun reruntuhan tembok, sementara adiknya berhasil selamat dari maut, Jumat 15 Mei 2026.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Jumat sore. Kedua korban diketahui bernama Marmin (56) dan adiknya, Jimun, warga Kelurahan Alastuwo, Poncol. Mereka sedang bekerja merobohkan bangunan lama yang rencananya akan dibangun menjadi Gedung KDMP. Awalnya proses pembongkaran berlangsung normal, namun diduga kurangnya kewaspadaan memicu kecelakaan fatal itu.

Ketika keduanya hendak beristirahat dan menikmati makan siang yang baru saja diantar kerabat, tiba-tiba tembok bangunan roboh dengan suara keras. Marmin tidak sempat menyelamatkan diri hingga tertimbun material bangunan. Sementara Jimun berhasil menghindar setelah dengan cepat melompat menjauh dari lokasi runtuhan.

Jeritan histeris dan kepanikan langsung pecah di sekitar tempat kejadian. Atik, kerabat korban yang baru saja datang mengantarkan makanan, mengaku menyaksikan langsung detik-detik mengerikan tersebut.

“Saya baru saja mengantar makanan, mereka mau istirahat untuk makan. Tiba-tiba tembok runtuh dan langsung menimpa paman saya. Beliau meninggal seketika di lokasi dengan kondisi yang sangat mengenaskan,” ujar Atik dengan mata berkaca-kaca.

Pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian. Kapolsek Poncol, AKP Agus Riyanto, membenarkan insiden tersebut. Bersama tim Inafis Polres dan tenaga medis dari Puskesmas, polisi langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

Dari hasil pemeriksaan, korban dipastikan meninggal akibat kecelakaan kerja karena tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk. Polisi memastikan tidak ditemukan unsur lain dalam peristiwa tersebut. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di desa setempat.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bahwa keselamatan kerja harus selalu menjadi prioritas utama. Dua saudara yang berangkat bekerja bersama akhirnya pulang dengan nasib berbeda—satu kembali dengan selamat, sementara satunya lagi berpulang untuk selamanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *