banner 728x250

Magetan Angkat Pesona Budaya di TMII 2026 dengan Dukungan IKMA

ProKontra, Jakarta — Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Magetan menyelenggarakan acara “Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD)” serta Pameran Produk Unggulan Kabupaten Magetan di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada Sabtu malam (17/4/26). Kegiatan strategis ini dirancang sebagai media promosi berkelanjutan untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, serta potensi UMKM dan ekonomi kreatif Magetan kepada masyarakat luas.

Diawali dengan penampilan tari penyambutan “Puspita Lawu”, sebuah tarian yang menggambarkan filosofi kehidupan dan keteguhan jiwa melalui gerak tubuh. Para penari mengenakan kostum menyerupai burung merak dan menari dengan gerakan yang anggun.

Pada kesempatan tersebut, Ketua IKMA, Purn. Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi, menyampaikan bahwa IKMA atau Ikatan Keluarga Magetan tidak hanya berperan sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam memperkuat solidaritas sosial serta mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan daerah asal.

“Sebagai organisasi, IKMA diharapkan mampu berperan sebagai katalisator, fasilitator, dan penghubung antar potensi yang ada. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik konsolidasi untuk meneguhkan komitmen bersama demi kemajuan Magetan,” jelas Ketua IKMA.

Dari sisi ekonomi kerakyatan, agar dapat terus bertahan dan berkembang, Yoos juga menyampaikan pesan kepada pelaku UMKM di Magetan bahwa penguatan sektor ini sangat penting dan membutuhkan pendekatan sistematis melalui peningkatan kualitas produk, inovasi berkelanjutan, adaptasi teknologi digital, serta penguatan strategi pemasaran.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Anjungan Jawa Timur, Sujono, S.E., menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah sebagai sarana mempererat silaturahmi dan komunikasi antara warga Magetan di Jakarta dengan pemerintah daerah.

“Acara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi antara warga Magetan di Jakarta dan pemerintah daerah. Diharapkan kegiatan ini dapat menghibur sekaligus mengobati kerinduan warga Magetan terhadap kampung halaman melalui penampilan seni tradisi asli Magetan sebagai hasil kreativitas para seniman,” ungkap Sujono.

Bupati Magetan, Hj. Nanik Sumantri, M.Pd., juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penghubung di Jakarta atas kerja sama dan kolaborasi yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan dalam menyelenggarakan promosi seni budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif untuk memperkenalkan Magetan beserta potensinya,” ujar Bupati Magetan.

“Momentum seperti ini penting dimanfaatkan sebagai sarana promosi agar nama Magetan beserta seluruh potensinya semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, diharapkan kunjungan wisata serta investasi yang masuk ke Magetan dapat terus meningkat,” tambah Bunda Nanik.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga berharap IKMA dapat berperan aktif dalam membantu mempromosikan potensi Magetan kepada masyarakat yang lebih luas.

Menampilkan kekayaan seni dan ekonomi kreatif Magetan, acara juga dimeriahkan dengan lagu-lagu daerah yang dibawakan oleh Savana D’Academy 7, dipadukan dengan peragaan busana batik khas Magetan.

Selain itu, tampil pula penyanyi Udin Genxut Didi Kempot Reborn yang membawakan lagu “Kalung Emas” dari The Godfather of Broken Heart.

Sebagai puncak acara, ditampilkan drama tari kolaborasi sandosa bertajuk “Gembring Baring Kawedar Ing Bumi Mageti”. Karya seni ini terinspirasi dari sosok heroik Raden Ronggo Prawirodirjo III, Bupati Wedana Mancanegara Wetan yang dikenal memiliki sikap anti-kolonialisme demi menjaga martabat bangsa. Pertunjukan ini menggambarkan perjalanan sejarah sang bupati, termasuk pesan perlawanan legendarisnya: bahwa ia tidak ingin menyakiti rakyat Jawa dan hanya ingin melawan pihak-pihak yang menjadi beban bagi masyarakat Jawa dan Tionghoa di wilayah Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *