banner 728x250

Rutan Magetan Tingkatkan Ketahanan Pangan melalui Sektor Perikanan dan Peternakan

ProKontra, Magetan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Magetan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus memperkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan pengelolaan sektor perikanan dan peternakan yang berlangsung di area brandgang Rutan Magetan, Jumat (25/9).

Sebanyak empat Warga Binaan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut dengan didampingi petugas pembinaan kemandirian. Mereka melakukan perawatan terhadap sejumlah unit usaha produktif yang dikembangkan Rutan Magetan, di antaranya budidaya ikan lele, ikan gurame, serta peternakan ayam Kuntara.

Berbagai kegiatan dilakukan untuk menjaga kondisi program tetap berjalan dengan baik. Warga Binaan bersama petugas melaksanakan pemberian pakan, membersihkan kolam, memantau perkembangan ikan, serta melakukan pemeliharaan rutin di area peternakan ayam.

Perawatan secara berkala tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempertahankan produktivitas sektor perikanan dan peternakan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi Warga Binaan. Melalui keterlibatan secara langsung, mereka memperoleh pengalaman praktis dalam mengelola dan merawat usaha di bidang pangan.

Kepala Subsi Pelayanan Tahanan Rutan Magetan, Galogo Sakti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Rutan Magetan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan yang dapat bermanfaat bagi Warga Binaan.

“Perawatan perikanan dan peternakan ini tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan kemandirian. Kami ingin Warga Binaan memiliki pengalaman serta keterampilan yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bekal positif ketika kembali ke lingkungan masyarakat,” ujar Galogo.

Pengembangan kegiatan tersebut juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama terkait penguatan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas maupun Rutan. Pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi salah satu bagian dari pelaksanaan program tersebut.

Sementara itu, salah seorang Warga Binaan berinisial A mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru.

“Selama mengikuti kegiatan ini kami belajar merawat ikan dan ayam, termasuk pemberian pakan, menjaga kebersihan, serta memantau pertumbuhannya. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal saat sudah kembali ke masyarakat,” ungkap A.

Melalui pemanfaatan lahan yang tersedia, Rutan Magetan berupaya menciptakan kegiatan produktif yang tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan.

Dengan pelaksanaan yang dilakukan secara berkelanjutan serta pendampingan dari petugas, program perikanan dan peternakan tersebut diharapkan mampu terus berkembang dan memberikan manfaat bagi proses pembinaan serta persiapan Warga Binaan sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *