banner 728x250

Progres Pembangunan Capai 92 Persen, Sekolah Rakyat Madiun Sambut Calon Peserta Didik

 

MADIUN, ProKontra, –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar open house dan sosialisasi untuk mengoptimalkan penjaringan calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Madiun, Kelurahan Nglames, Jawa Timur, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan open house dihadiri orang tua dan calon siswa dari Kabupaten Madiun serta Kabupaten Ponorogo. Dalam kegiatan itu, peserta diajak melihat langsung fasilitas dan sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat.

Tak hanya itu, kegiatan Open House dimeriahkan penampilan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Kabupaten Ponorogo, mulai dari tembang macapat, paduan suara, pidato dalam lima bahasa, teatrikal, pasukan baris berbaris hingga kesenian Reyog Ponorogo.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan kegiatan open house itu menjadi sarana bagi calon peserta didik dan orang tua untuk mengenal lebih dekat tentang sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah rakyat. Terlebih sekolah rakyat memiliki konsep pendidikan berasrama.

“Secara umum semua sudah siap, memang tinggal jenjang SD yang belum final calon siswanya karena memang baru. Istilahnya orang tua itu belum tega untuk melepaskan anaknya. Harapannya, setelah tahu fasilitas dan sistem pembelajaran di sekolah rakyat melalui open house ini, Insya Allah orang tua akan mengikhlaskan,” ujar Hari Wur.

Bupati Hari Wur mengatakan kegiatan open house digelar bertujuan memberikan sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar mereka memperoleh pemahaman yang utuh mengenai penyelenggaraan SR, khususnya konsep pendidikan berasrama. “Saya yakin kalau sudah mengenal lebih dekat sistem pendidikan yang diterapkan dan melihat fasilitas di Sekolah Rakyat, pasti orang tua akan calon siswa akan mendukung,” ungkap Hari Wur.

Ia menjelaskan progres pembangunan fisik sekolah rakyat di Kabupaten Madiun telah mencapai sekitar 92 persen. Pembangunan sekolah rakyat ditargetkan selesai sepenuhnya sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan operasional dimulai pada akhir bulan Juli 2026.

Tak hanya fasilitas dan sarana prasarana, kata Hari Wur, tenaga pendidik atau guru juga telah disiapkan dengan jumlah total mencapai 30 orang guru bantu untuk jenjang SD hingga SMA. Setelah itu, masih akan terdapat bantuan tenaga guru yang ditugaskan oleh Kementerian Sosial.

Kepala Dinsos Jatim Restu Novi Widiani mengatakan data calon peserta didik di seluruh Sekolah Rakyat di Jatim masih terus berubah seiring proses penjaringan di lapangan oleh pemerintah kabupaten/kota. “Sedangkan untuk proses pembangunan 18 Sekolah Rakyat permanen di wilayah Jatim saat ini rata-rata progresnya mencapai kisaran 90-91 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026,” ujar Novi.

Penulis: (MAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *