Ilustrasi Kesadaran berpolitik Kunci Kekuatan Rakyat Ada di Pengetahuan & Kritisitas
ProKontra, Magetan – Sejarah mencatat, kesadaran berpolitik adalah hak sekaligus kewajiban yang tak boleh hilang dari jiwa bangsa Indonesia. Dulu, masyarakat hidup dengan politik dalam keseharian mulai dari lingkungan RT, RW, hingga ke tingkat yang lebih luas.
Politik bukan sekadar urusan pejabat, melainkan napas kehidupan yang melindungi nasib bersama. Namun kini, pemahaman itu perlahan memudar, pelajaran tentang politik digabung dan disederhanakan hingga hanya tersisa sehari saja, membuat generasi kini lupa betapa krusialnya memahami apa itu politik dan bagaimana ia mengatur masa depan mereka.
Tan Malaka, tokoh pejuang kemerdekaan, pernah menegaskan dengan tajam, “Mereka tidak takut ketika rakyat miskin, mereka takut ketika rakyat terlalu kritis dan cerdas.”
Pernyataan ini menjadi peringatan keras, kemiskinan materi tidak menakutkan bagi mereka yang berkuasa, tetapi rakyat yang cerdas, berpengetahuan, dan berani mengkritik adalah ancaman nyata bagi kekuasaan yang sewenang-wenang.
Beliau juga mengingatkan, “Politik butuh rakyat bodoh, agama butuh jamaah patuh. Kebenaran tak dibutuhkan oleh keduanya, karena kebenaran suka memberontak.”
Senada dengan itu, filsuf Brasil Paulo Freire memperingatkan, “Semakin rendah kesadaran politik rakyat, semakin mudah mereka dimanipulasi oleh mereka yang tidak ingin kehilangan kekuasaannya.
” Ketika rakyat buta politik, mereka mudah diatur, dibohongi, dan nasibnya dikorbankan demi kepentingan segelintir orang.
Bahkan Plato, filsuf besar dunia, sudah lama memperingatkan, “Harga yang harus dibayar oleh orang baik karena tidak peduli pada politik adalah dipimpin oleh orang yang lebih buruk.”
Ini bukan sekadar kutipan masa lalu, melainkan cermin bagi kita hari ini. Ketika kesadaran politik dikebiri, disederhanakan, dan dilupakan, kita sedang menyerahkan masa depan ke tangan mereka yang belum tentu berpihak pada kebenaran dan keadilan.
Berpolitik bukan berarti membenci atau menghina sesama seperti yang sering diingatkan, “Kritik boleh, menghina jangan.” Politik adalah cara kita peduli, mengawasi, membangun, dan memastikan kekuasaan berjalan di jalur yang benar.
Membangun kesadaran dan partisipasi politik masyarakat bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita semua.
Jangan biarkan pemahaman politik hilang hanya karena disederhanakan hingga tak berarti.
Ingatlah, rakyat yang cerdas dan sadar politik adalah kekuatan terbesar untuk menjaga negeri ini tetap di jalan yang lurus. Jika rakyat lupa berpolitik, maka tak ada yang bisa mencegah mereka kehilangan hak, suara, dan masa depannya sendiri.













