ProKontra, PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus memperkuat penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) sebagai bagian dari upaya meraih kembali predikat Swasti Saba Wistara, kasta tertinggi penghargaan Kabupaten/Kota Sehat.
Penguatan tidak hanya diarahkan pada pencapaian indikator penilaian, tetapi juga menyasar aspek kelembagaan, koordinasi lintas perangkat daerah, serta peningkatan peran Forum KKS hingga tingkat kecamatan dan desa.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, keberhasilan mewujudkan Kabupaten Ponorogo Sehat membutuhkan komitmen bersama seluruh unsur yang terlibat. Baik tim teknis dari organisasi perangkat daerah (OPD) maupun Forum KKS harus memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Kita ingin meningkatkan komitmen bersama, baik tim teknis dari OPD maupun Forum KKS untuk mewujudkan Kabupaten Ponorogo Sehat sehingga mampu meraih penghargaan Swasti Saba Wistara,” kata Lisdyarita.
Menurutnya, koordinasi penguatan kelembagaan Tim Pembina, Tim Teknis, dan Forum Kabupaten/Kota Sehat Kabupaten Ponorogo Tahun 2026 dilaksanakan selama dua hari, Kamis hingga Jumat (17–18/9/2026).
Melalui kegiatan tersebut, seluruh unsur yang terlibat didorong untuk memahami tugas dan fungsinya masing-masing. Lisdyarita juga menekankan agar Forum KKS tidak bekerja secara parsial, melainkan menjadi satu kesatuan tim yang terintegrasi dengan perangkat daerah pengampu indikator.
“Setiap unsur yang terlibat harus benar-benar memahami tugas dan fungsinya masing-masing,” terangnya.
Ia menambahkan, perangkat daerah pengampu indikator memiliki peran penting dalam memberikan dukungan sesuai kewenangannya. Karena itu, sinergi antara Forum KKS dengan OPD harus terus diperkuat agar berbagai target penyelenggaraan KKS dapat dipenuhi secara terukur.
“Forum KKS harus bekerja dan terintegrasi dalam satu tim dan bersinergi dengan OPD terkait,” pintanya.
Penguatan tersebut juga menjadi tindak lanjut atas surat Kementerian Kesehatan Tahun 2026 mengenai Evaluasi Capaian Kabupaten/Kota Sehat Triwulan II. Dari hasil evaluasi tersebut, seluruh tatanan KKS di Kabupaten Ponorogo telah mencapai nilai minimal 70.
Capaian itu dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan KKS di Ponorogo. Terlebih, tahun 2026 menjadi tahun pembinaan oleh Tim Pembina KKS Provinsi Jawa Timur.
Pemkab Ponorogo menargetkan capaian tersebut dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan untuk menjaga predikat Swasti Saba Wiwerda dan mempersiapkan Ponorogo meraih kembali Swasti Saba Wistara pada 2027.
Ponorogo diketahui terakhir kali meraih predikat Swasti Saba Wistara pada 2019. Karena itu, persiapan sejak dini dinilai penting agar seluruh indikator dan dokumen pendukung dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk mencapai target tersebut, Lisdyarita meminta seluruh kepala perangkat daerah dan tim teknis mencermati indikator terbaru penyelenggaraan KKS yang nantinya menjadi acuan penilaian tahun 2027.
Persiapan dilakukan sembari menunggu pengesahan indikator melalui Keputusan Presiden tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat.
Masing-masing OPD juga diminta mulai menyiapkan data capaian tahun 2025 dan 2026 berikut bukti pendukungnya. Selain itu, persiapan diarahkan pada pelaksanaan self assessment terhadap masing-masing tatanan KKS serta peningkatan koordinasi dengan Tim Pembina KKS Provinsi Jawa Timur.
“Kita juga harus mulai menentukan dan menyiapkan tatanan kawasan yang akan menjadi lokus penilaian Swasti Saba Tahun 2027,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo Dyah Ayu Puspitaningarti menjelaskan, kegiatan penguatan kelembagaan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.













