MADIUN MELUKIS—Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun berfoto bersama dengan anak-anak yang memamerkan karya lukisannya dalam kegiatan Madiun Melukis 2026, Sabtu (22/8/2026).
ProKontra, MADIUN – Pemerintah Kota Madiun menggelar pameran karya lukisan anak-anak untuk menyemerakkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI. Pameran lukisan itu juga menjadi upaya Pemkot Madiun memberikan ruang ekspresi dan pengembangan kreativitas anak-anak di bumi pendekar.
Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun menyatakan ide menggelar Madiun Melukis setelah dirinya melihat sejumlah lukisan menarik yang dibuat anak-anak. Dari karya itu, ia menginginkan agar anak-anak diberikan ruang lebih luas.
“Dengan pemberian ruang yang lebih luas anak-anak terbiasa berkarya dan mengekspresikan kreativitasnya di ruang publik. Dan ruang ini saya buka untuk adik-adik yang punya kelebihan di seni,” kata Bagus.
Bagus mengatakan pameran lukisan itu bukan menjadi ajang lomba. Namun ia mengharapkan dapat menjadi parader agar anak-anak Kota Madiun terbiasa berkarya dan berani menunjukkan kreativitasnya di ruang public.
Menurut Bagus, PSC dipilih karena menjadi salah satu ruang yang ramai dikunjungi masyarakat. Di lokasi itu, anak-anak dapat melukis sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
Bagus menjelaskan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara pemerintah membangun komunikasi dengan anak-anak melalui karya seni. Bagi Bagus, karya anak-anak Kota Madiun layak mendapat ruang dan apresiasi lebih luas.
Peserta Madiun Melukis 2026 merupakan anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun yang diberikan kebebasan mengekspresikan kreativitasnya melalui karya lukis. Berbeda dari kegiatan melukis yang berorientasi pada kompetisi, Madiun Melukis 2026 dikemas sebagai parade.
Teknisnya, karya peserta kemudian dipamerkan di kawasan PSC dan dapat dibeli oleh pengunjung sebagai bentuk apresiasi terhadap karya mereka.
“Bagi kami adik-adik ini menggambar bisa disaksikan kreativitasnya oleh banyak orang. Ini satu ruang yang saya buka untuk adik-adik, khususnya yang memang punya kelebihan dalam melukis,” tutur Bagus.
Bagus berharap karya anak-anak yang dibeli oleh organisasi perangkat daerah (OPD) maupun masyarakat dapat dipajang di kantor-kantor pemerintahan. Dengan demikian, anak-anak dapat melihat secara langsung bahwa karya mereka mendapat tempat dan dihargai.
Harga lukisan yang dipamerkan bervariasi, mulai dari sekitar Rp200.000 hingga jutaan rupiah. Tak hanya itu setiap karya juga dilengkapi sertifikat keaslian dari panitia penyelenggara.
Bahkan Bagus juga ikut membeli sejumlah lukisan karya anak-anak Kota Madiun. Rencananya lukisan yang dibeli akan dipajang di Balai Kota sebagai bentuk apresiasi kepada para pelukis cilik.













