Prokontra, Magetan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bersiap melakukan penataan ulang terhadap sejumlah ruang kerja di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Magetan. Langkah rehabilitasi dan perawatan kantor ini digulirkan menyusul kondisi interior yang dinilai sudah tidak memadai, seiring dengan bertambahnya jumlah pegawai yang beraktivitas di instansi tersebut.
Untuk merealisasikan pembenahan ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan mengalokasikan pagu anggaran sekitar Rp 2,1 miliar.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Magetan, Rokhmat Zainuddin, menjelaskan bahwa perbaikan ini bertujuan mendongkrak tingkat kenyamanan sekaligus menunjang efektivitas kegiatan kedinasan. Penataan nantinya akan menyusur sejumlah ruangan di lantai satu dan dua yang kapasitas serta tata letaknya sudah tidak lagi ideal.
“Terakhir dilakukan renovasi tahun 2010, itu pun hanya atap. Secara estetika sudah tidak mendukung dengan jumlah karyawan saat ini yang lebih banyak dibandingkan dulu,” ujar Rokhmat.
Ia mengungkapkan, meski sebagian gedung depan Setda telah tersentuh rehabilitasi pada tahun sebelumnya, masih banyak ruangan yang tergolong sempit dan mendesak untuk ditata kembali agar selaras dengan kebutuhan operasional saat ini.
Dalam rancangan terbarunya, Dinas PUPR berupaya menghadirkan sentuhan interior yang lebih modern tanpa menghilangkan karakter arsitektur klasik bangunan kantor. Pembenahan ini diharapkan mampu menciptakan ruang kerja yang representatif dan mendukung produktivitas para aparatur sipil negara.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), proyek rehabilitasi dan perawatan Kantor Setda Magetan ini dibekali pagu anggaran Rp 2,1 miliar dengan estimasi durasi pengerjaan sekitar empat bulan.
Rokhmat menambahkan, keterbatasan kapasitas ruangan menjadi salah satu prioritas utama yang harus diselesaikan. Mengingat kantor Setda tidak hanya diisi oleh pegawai internal, tetapi juga menjadi pusat kunjungan tamu untuk berbagai keperluan koordinasi dan pelayanan publik.
Selain penataan interior, perbaikan teknis turut menjadi fokus pengerjaan, seperti penanganan titik-titik kebocoran atap serta penyesuaian tata letak fasilitas pendukung agar fungsi ruangan bisa dimaksimalkan secara optimal.
Sebelumnya, Pemkab Magetan juga telah melakukan penataan pada sejumlah fasilitas pendukung lainnya, seperti Ruang Rapat Ki Mageti, perbaikan estetika fasad depan gedung, serta pengaturan ulang akses menuju ruang rapat dan kamar mandi demi kenyamanan tamu maupun pejabat yang hadir. Desain akses baru tersebut bahkan dirancang khusus agar kedatangan peserta rapat yang terlambat tidak mengganggu konsentrasi jalannya sidang.
Ke depan, program pembenahan di lingkungan kompleks Setda akan dilanjutkan secara bertahap menyesuaikan tingkat urgensi serta ketersediaan anggaran daerah. Pemkab Magetan berharap penataan komprehensif ini mampu melahirkan lingkungan kerja yang kian tertib, representatif, dan menunjang kinerja birokrasi pemerintahan.













