banner 728x250

DANA BARU TURUN, SUPPLIER BELUM SANGGUP MBG TAK TERBAGI! DI MANA KESIAPAN SPPG?

Ilustrasi ada oengumuman tidak terima MBG

ProKontra, Magetan – Janji manis kemandirian pangan dan gizi seimbang, ternyata belum sepenuhnya terwujud di lapangan. Salah satu Satuan Pelaksana Pengelolaan Gizi (SPPG) di wilayah Poncol, terpaksa menunda pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya berlangsung Kamis besok. Alasannya sungguh memprihatinkan: dana baru turun sore hari, sedangkan waktu tak cukup untuk mempersiapkan segalanya.

Pengumuman resmi disampaikan kepada para penerima manfaat dengan nada meminta maaf :

“Mohon maaf, Kamis besok belum ada pembagian MBG. Dana Bantuan Pangan baru turun sore tadi. Kami sudah berusaha hubungi pemasok, cari bahan secepat mungkin. Namun waktu terlalu sempit, pemasok belum sanggup penuhi semua kebutuhan. Demi menjaga kualitas dan keselamatan, sementara ini pembagian ditiadakan dulu.”

Sederhana alasannya, namun sangat berat akibatnya bagi rakyat yang sudah menanti. Dana baru turun di saat-saat terakhir, sehingga rantai pasok tak sempat berputar. Pemasok tak bisa seketika menyediakan bahan pangan segar dalam jumlah besar dalam hitungan jam. Akhirnya yang rugi adalah masyarakat yang sudah menantikan gizi gratis itu.

Belum lama ini, Kepala Badan Gizi Nasional menegaskan dengan sangat tegas, pelaksanaan MBG harus berjalan lancar, tepat waktu, tanpa kendala berarti. Bahkan dikabarkan dari 834 SPPG yang sempat ditutup, kini akan dibuka kembali dan siap beroperasi hingga 13.000 SPPG di seluruh tanah air.

Namun realita di wilayah Poncol justru bercerita lain. Kalau dana saja datang terlambat, bagaimana bisa SPPG bekerja cepat dan tepat? Bagaimana bisa pembagian berjalan lancar jika kuncinya  yaitu uang  baru diberikan sesaat sebelum hari-H?

Apakah hanya di Poncol saja yang mengalami hal demikian? Atau SPPG-SPPG lain di Magetan juga bernasib sama? Apakah penegasan Kepala BGN belum sampai ke tata kelola pendanaannya di daerah?

Rakyat bertanya dengan lugas: Mengapa dana baru turun saat-saat mendesak? Mengapa tidak disiapkan lebih awal agar SPPG bisa bekerja tenang, pemasok bisa mempersiapkan bahan dengan baik, dan anak-anak bisa menerima makanan yang segar dan berkualitas?

Kalau saja dana datang tepat waktu, tentu tidak akan ada alasan penundaan. Kalau perencanaan matang jauh-jauh hari, SPPG tak perlu tergagap-gagap seperti ini. Jangan sampai program mulia ini terhambat bukan karena kekurangan semangat pelaksana, melainkan karena lambatnya aliran dana dari hulu.

Para penerima manfaat berharap hal seperti ini tidak terulang lagi. Dana harus disiapkan dan disalurkan lebih awal, agar SPPG punya waktu cukup untuk memastikan bahan berkualitas, pemasok siap, dan pembagian berjalan lancar tanpa penundaan.

Karena pada akhirnya, yang paling dirugikan dari keterlambatan ini adalah mereka yang paling membutuhkan anak-anak dan keluarga penerima manfaat. Jangan sampai janji makanan bergizi gratis hanya menjadi harapan yang tertunda terus-menerus.

Semoga pelajaran dari penundaan di Poncol ini menjadi cambuk bagi semua pihak: siapkan dana lebih awal, agar SPPG siap bekerja, dan rakyat tak perlu menanti dengan sia-sia.

Penulis: Lilik Abdi Kusuma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *