banner 728x250

Cegah Konflik Antar Perguruan, Pemkab Madiun Perkuat Paguyuban Kampung Pesilat sebagai Deteksi Dini

ProKontra, MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun memperkuat Paguyuban Kampung Pesilat sebagai instrumen deteksi dini untuk mencegah potensi perselisihan antarperguruan silat di tengah masyarakat. Penguatan tersebut dibahas dalam Sarasehan Implementasi Budaya Damai dan Penguatan Kelembagaan di Aula Kecamatan Balerejo, Kamis (1/10/2026).

Sarasehan itu diikuti Babinkamtibmas, kepala desa, serta anggota Paguyuban Kampung Pesilat. Pemerintah daerah mendorong keberadaan paguyuban tidak hanya menjadi forum komunikasi, tetapi juga membuka ruang penyelesaian persoalan secara damai ketika terjadi masalah di lapangan.

Skema pembinaan dibangun secara berjenjang dari desa, kecamatan hingga kabupaten. Pertemuan paguyuban dijadwalkan berlangsung sebulan sekali di tingkat desa dan setiap dua bulan sekali di tingkat kabupaten untuk menjaga komunikasi antarpengurus.

Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan penguatan tersebut telah memiliki dasar regulasi melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 48 Tahun 2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia.

“Langkah awal secara regulasi sudah kita buatkan melalui Perbup 48 kaitannya dengan pencak silat. Kemudian kita wadahi forum komunikasi dari teman-teman pencak silat, mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten melalui Paguyuban Kampung Pesilat,” ujar Bupati.

Pemkab Madiun juga menyiapkan penguatan identitas Kampung Pesilat melalui pembangunan infrastruktur dan media kreatif. Rencananya, kawasan Delta atau Monumen Kampung Pesilat dibangun di sebelah selatan Alun-Alun Madiun, disertai sinema edukatif tentang pencak silat dengan target realisasi pada 2027.

“Kita berrencana membangun kawasan Delta atau Monumen Kampung Pesilat di sebelah selatan Alun-Alun.dan sinema edukatif tentang pencak silat targetnya dapat terealisasi pada 2027 mendatang,” ujar Bupati.

Kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, tokoh perguruan, dan masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga budaya damai di Kabupaten Madiun. Penguatan Kampung Pesilat juga diarahkan untuk memperkuat identitas daerah serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan sektor pariwisata.

Penulis: Arga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *