banner 728x250

Pertegas Identitas Kota, PUPR Magetan Bangun Landmark Ikonik Lokomotif dan Plaza Ndoyo Senilai Rp 921 Juta

Prokontra, Magetan — Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mempercantik wajah kawasan perkotaan dengan menghadirkan dua landmark atau ikon baru pada tahun 2026. Total anggaran sekitar Rp 921 juta digelontorkan untuk merealisasikan pembangunan ikon lokomotif di kawasan Stasiun Magetan serta penataan landmark di Plaza Ndoyo.

​Berdasarkan alokasi yang disiapkan, pembangunan landmark lokomotif di depan Stasiun Magetan mendapat porsi dana sebesar Rp 385 juta. Sementara itu, proyek penataan dan pembangunan landmark di Plaza Ndoyo dianggarkan sekitar Rp 536 juta.

​Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Magetan, Rokhmat Zainuddin, ST., MT., menjelaskan bahwa proyek fisik ini merupakan bagian dari strategi penataan kawasan guna memperkuat karakter dan identitas visual daerah. Menurutnya, pembangunan tersebut tidak sekadar berfokus pada aspek fisik semata, melainkan juga memerhatikan estetika serta kenyamanan tata ruang publik.

​“Keberadaan landmark diharapkan dapat memperkuat identitas kawasan sekaligus mempercantik wajah Kabupaten Magetan,” ujar Rokhmat Zainuddin.

​Di kawasan Stasiun Magetan—yang terletak di Desa Karangsono, Kecamatan Barat—cakupan pekerjaan tidak hanya berpusat pada pembuatan ikon berbentuk lokomotif untuk merepresentasikan nuansa perkeretaapian. Dinas PUPR turut melengkapinya dengan berbagai fasilitas pendukung publik, seperti pembangunan jalur trotoar, penyediaan gazebo, bangku taman, hingga penataan area parkir khusus sepeda motor demi mendongkrak kenyamanan pengunjung.

​Sementara itu, alokasi anggaran sekitar Rp 536 juta untuk Plaza Ndoyo diarahkan guna mendongkrak daya tarik visual kawasan tersebut, tanpa mengorbankan fungsi utamanya sebagai pusat aktivitas dan interaksi sosial masyarakat.

​Langkah penataan kawasan strategis ini menjadi wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang representatif, tertata rapi, dan nyaman bagi warga. Kendati demikian, efektivitas belanja publik senilai Rp 921 juta ini tetap menuntut standar konstruksi yang berkualitas tinggi serta sistem pemeliharaan yang berkelanjutan agar manfaat fasilitas dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *