banner 728x250

Jembatan Penghubung Harapan: TNI Hadir, Negeri Terlayani 

Rabu, 14 Oktober 2026, suasana di wilayah Kodim 0802/Ponorogo terasa istimewa. Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS, dengan hangat menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Inspektorat Kodam V/Brawijaya

ProKontra, Ponorogo – Di tanah Ponorogo yang bersejarah, jembatan bukan sekadar tumpukan beton dan besi. Ia adalah jantung kehidupan, penghubung antar-desa, jalan harapan bagi petani yang ingin hasil buminya sampai ke pasar, dan akses masa depan bagi anak-anak yang ingin melangkah lebih jauh. Di sinilah TNI hadir  bukan sekadar menjaga keamanan, tapi ikut membangun negeri dari bawah.

Rabu, 14 Oktober 2026, suasana di wilayah Kodim 0802/Ponorogo terasa istimewa. Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., MMDS, dengan hangat menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Inspektorat Kodam V/Brawijaya. Dipimpin langsung oleh Kolonel Inf Indra Budi Murachmat, S.I.P, tim ini datang bukan untuk sekadar melihat, tapi memastikan memastikan setiap jembatan yang berdiri benar-benar aman, kuat, dan layak dipercaya oleh rakyat.

Jembatan Perintis Garuda tersebar di tujuh titik, menyentuh kehidupan masyarakat di Kecamatan Bungkal, Jetis, Sawoo, Sambit, Jambon, Balong, hingga Slahung. Dibagi dalam dua tim, mereka meneliti satu per satu  dari spesifikasi teknis, rencana anggaran, hingga kualitas material yang digunakan. Tak ada yang dilewatkan.

“Kami datang untuk memastikan: apakah yang dibangun sudah sesuai rencana, sesuai spesifikasi, dan yang paling penting aman digunakan oleh masyarakat,” ujar Kolonel Indra dengan tulus. Harapannya sederhana namun bermakna dalam: jembatan yang kokoh akan memperlancar akses warga, kendaraan bisa lewat dengan tenang, dan perekonomian desa pun perlahan terangkat.

Dandim Ponorogo pun menyambut langkah ini dengan hati terbuka. Baginya, kehadiran tim pengawasan adalah cermin semangat bekerja bersih  bukti bahwa setiap rupiah yang dipercayakan rakyat akan dipertanggungjawabkan sejelas-jelasnya.

“Ini bukan sekadar kunjungan. Ini jaminan bagi rakyat bahwa apa yang dibangun adalah untuk mereka, dengan standar yang tepat, dan aman untuk generasi mendatang,” ungkap Letkol Farauk.

Di sini terlihat: TNI tidak hanya berdiri di garis terdepan menjaga kedaulatan. Mereka juga hadir di tengah masyarakat  membangun jembatan, menghubungkan harapan, dan memastikan bahwa negeri ini tumbuh, satu jembatan, satu jalan, satu desa pada satu waktu.

Karena bagi TNI: rakyat aman, negeri kuat.

Penulis: Syasul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *