banner 728x250

Keluh Kesah Petani Tomat Minta Diperjuangkan Seperti Peternak Ayam Petelor

Gambar ilustrasi Penderitaan Petani Tomat Harga sekilo hanya Rp. 200

 

ProKontra, Magetan – Duh, Gusti… Negeri ini jika urusan narik duit kencengnya ngalahin roket SpaceX, tapi giliran nasib petani dipikirin? Wah, jangankan dipikirin, dilirik aja males!

​Nih, saksikan penampakan nyata betapa hukum langit dan bumi berlaku di negeri agraris tapi hobi bikin nelongso.

Bayangin, emak-emak perkasa dengan suara menggelegar dan sejuta kejengkelan mendadak jadi pengamat ekonomi dadakan gara-gara harga tomat anjlok terjun bebas jadi Rp1.000 perak sekilo!

Ya Allah, welo-welo…
​Coba kita pakai kalkulator waras sebentar,
Minyak goreng seliter harganya Rp. 20.000.
Sementara harga tomat sekilo? Cuma dihargai seribu perak!
Artinya, si petani harus ngumpulin dan mikul 20 KILO TOMAT cuma buat nukar seliter minyak goreng!

Itu perut apa pabrik kimia, kok hukum tukarnya tega bener? Belum lagi urusan pupuk yang harganya selangit, bibit mahal, susah payah ngerawat pas musim kemarau, susah cari air buat nyiram, eh pas panen raya jeng-jeng! SEWU ORA ANA SING NUKU! Enggak ada yang mau ngelirik, jangankan dibeli, ditawar pun kayak ngemis di kuburan.

​Tapi lucunya, giliran PAJAK? Wah, negara paling gercep! Pajak dinaikin tanpa kenal ampun, wong cilik digencet, disuruh ngakuin harta, ditanyain penghasilan, disuruh setor ini-itu. Lah, emang yang di atas pada merem apa rabun?

Giliran petani rugi jutaan rupiah sampai keringet darah di tengah sawah, ada yang mau nanggung ruginya? Mana ada!

Negara sibuk mungut pajak, tapi lupa kalau yang dipunguti pajaknya itu lagi megap-megap sakaratul maut di ladang sendiri.

​Menohok? Banget! Kalau urusan nyedot dompet rakyat kecil, pemerintah mendadak jadi juara olimpiade kecepatan. Tapi giliran ngurusin keringat petani yang harganya diinjak-injak, semua mendadak sariawan masal.

​Gimana, Bosku? Masih mau bilang Indonesia baik-baik saja kalau yang kecil terus digencet sementara yang di atas cuma bisa manggut-manggut di ruang ber-AC?
​

Komen di bawah, like, share, dan jangan lupa elus dada bareng-bareng!

Penulis: Lilik Abdi Kusuma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *