BANTU AIR BERSIH–Petugas BPBD Ngawi mendistribusikan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami krisis air bersih.
NGAWI, ProKontra — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mendistribusikan bantuan air bagi warga di delapan desa yang mengalami krisis air bersih.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi, Partoyo menyatakan distribusi air dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Kami mengerahkan mobil tangki untuk memasok air ke delapan desa yang sumber airnya mulai mengering,” kata Partoyo, Senin (10/8/2026).
Ia mengatakan bantuan air bersih tidak hanya berasal dari BPBD saja. Instansi lain seperti PMI, TNI, Polri, serta organisasi perangkat daerah juga menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak.
“Selama masih ada warga yang membutuhkan air bersih, distribusi akan terus kami lakukan sesuai kondisi di lapangan,” ungkap Partoyo.
Menurut Partoyo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sedikitnya delapan desa di empat kecamatan mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi itu terjadi setelah Wlwarga yang sebelumnya masih mengandalkan sumber air di lingkungan sekitar kini mulai kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Partoyo menjelaskan jumlah wilayah terdampak terus bertambah seiring berlanjutnya musim kemarau.Hal itu membuat kebutuhan air bersih semakin meningkat.
“Saat ini ada dua desa tambahan yang mulai mengajukan bantuan sehingga distribusi air juga kami tingkatkan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Partoyo.
Partoyo mengungkapkan, dua wilayah yang baru masuk dalam daftar penerima bantuan adalah Desa Suruh dan Desa Bringin, Kecamatan Bringin. Di kedua desa tersebut, sedikitnya 174 kepala keluarga mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air.
Tak hanya itu, lanjut Partoyo, enam wilayah sebelumnya juga masih membutuhkan pasokan air bersih. Di Kecamatan Bringin, bantuan disalurkan ke Dusun Gagan, Desa Kenongorejo, yang mencakup dua RT dengan total 54 kepala keluarga. Dan di Kecamatan Pitu, kekeringan berdampak pada Dusun Kali Gedhe, Desa Ngancar, dengan 57 kepala keluarga terdampak. Bantuan juga diberikan kepada warga Dusun Ngerowo, Desa Cantel, yang dihuni sekitar 30 kepala keluarga.
Selain itu krisis air bersih juga terjadi di Dusun Sumberan, Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, dengan 26 kepala keluarga terdampak. Sedangkan di Kecamatan Ngawi, dua lokasi yang masih membutuhkan pasokan air yakni Dusun Tambakselo, Desa Banyuurip, serta Dusun Gandu, Desa Karangtengah Prandon. Total sekitar 20 kepala keluarga di dua wilayah tersebut membutuhkan bantuan air bersih.
Ia menambahkan program pipanisasi yang dibangun tahun lalu membantu menekan jumlah wilayah yang mengalami kekeringan. Kendati demikian masih terdapat beberapa daerah yang mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.













