Bupati Magetan Nanik Sumantri Resmi Melepas Ekspor Produk UMKM Kripik Tempe H&G Tujuan Maldives, Aksi Pemecahan Kendi Jadi Lambang Perjalanan Menuju Pasar Global yang Menjanjikan dan Bukti Daya Saing Produk Lokal Jawa Timur
ProKontra, Magetan, Jawa Timur – Pada hari Rabu (4 Maret 2026), Bupati Magetan Nanik Sumantri secara langsung melaksanakan proses pelepasan ekspor produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kabupaten Magetan yang akan dikirim ke tujuan negara Maladewa (Maldives), sebuah destinasi yang menjadi salah satu pasar baru bagi produk lokal Jawa Timur. Kegiatan pelepasan yang penuh makna tersebut berlangsung di lokasi produksi langsung kripik tempe H&G, yang berlokasi di Kompleks Industri Kecil Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dengan momen penting dan simbolis ditandai oleh acara pemecahan kendi keramik khas Jawa yang diisi dengan siraman air sebagai lambang keberangkatan produk lokal menuju pasar luar negeri serta permulaan babak baru bagi perkembangan UMKM di daerah. Kamis (5/3/2026)
Hadir dalam acara tersebut tidak hanya rombongan dari Pemerintah Kabupaten Magetan dan tim dari Export Center Surabaya, tetapi juga perwakilan dari Asosiasi UMKM Jawa Timur, serta sejumlah pelaku usaha lokal lainnya yang datang untuk menyaksikan dan mengambil inspirasi dari keberhasilan yang diraih oleh produsen kripik tempe H&G.
Sebelum proses pemecahan kendi dilakukan, Bupati Nanik Sumantri juga menyempatkan diri untuk melihat langsung proses produksi kripik tempe di lokasi, mulai dari tahap pengolahan bahan baku tempe lokal hingga proses pengemasan yang telah memenuhi standar internasional, sekaligus memberikan apresiasi langsung kepada seluruh pekerja yang terlibat dalam menjaga kualitas produk.
Momentum peluncuran ekspor produk kripik tempe ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah keberhasilan bagi pelaku UMKM asal Magetan yang berhasil meraih kesempatan untuk menembus pasar internasional pertama kalinya, tetapi juga sekaligus menunjukkan bahwa produk lokal yang dibuat dengan bahan baku berkualitas dari tanah Jawa Timur memiliki daya saing yang kuat untuk bersaing di kancah global.

Foto bersama sambil membawa contoh produk kripik tempe
Produk kripik tempe H&G yang akan diekspor berjumlah sebanyak 5.000 kemasan dalam berbagai varian rasa, mulai dari rasa bawang merah pedas, rasa balado, hingga rasa original yang disesuaikan dengan selera konsumen internasional, dengan total nilai ekspor mencapai puluhan juta rupiah.
Jalian Setiarsa, perwakilan Export Center Surabaya yang turut hadir dalam acara pelepasan, menyampaikan harapannya yang mendalam bahwa kegiatan ekspor kali ini dapat menjadi sumber semangat dan contoh nyata bagi para pelaku UMKM lainnya di Kabupaten Magetan serta seluruh wilayah Jawa Timur untuk memiliki keberanian dalam melakukan langkah ekspor produk mereka ke pasar luar negeri.
Menurutnya, banyak potensi produk lokal yang masih belum tergarap secara maksimal untuk memasuki pasar internasional, dan pihak Export Center Surabaya berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan menyeluruh berupa pelatihan manajemen usaha ekspor, pelatihan standarisasi produk sesuai dengan persyaratan negara tujuan, pendampingan secara intensif mulai dari proses perizinan hingga pengiriman barang, serta membuka peluang akses pasar ke berbagai negara di seluruh dunia seperti negara-negara di kawasan ASEAN, Timur Tengah, dan bahkan Eropa.
Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Sumantri dalam pidatonya menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor produk kripik tempe H&G ini bukanlah hasil dari kebetulan semata, melainkan merupakan bukti nyata bahwa kualitas produk UMKM Magetan sudah mampu bersaing di pasar dunia dengan dukungan yang tepat dari pemerintah dan berbagai pihak terkait.
Ia menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Magetan untuk terus mendorong UMKM di wilayahnya untuk naik kelas dan berkembang lebih maju, melalui berbagai langkah strategis yang telah direncanakan dengan matang.
Di antaranya adalah perluasan akses pasar baik secara lokal, nasional, maupun internasional melalui kerja sama dengan berbagai pihak seperti Export Center, badan perdagangan negara, dan juga platform perdagangan daring; penyederhanaan serta pemudahan proses perizinan usaha dan ekspor yang sebelumnya seringkali menjadi kendala bagi pelaku UMKM, hingga penguatan jejaring perdagangan baik di tingkat nasional maupun internasional melalui partisipasi dalam berbagai pameran perdagangan dan kunjungan bisnis ke luar daerah maupun luar negeri.
“Kami tidak hanya ingin produk UMKM Magetan dikenal di dalam negeri saja, tetapi juga mampu menjadi produk unggulan yang membawa nama baik Kabupaten Magetan dan Jawa Timur di kancah internasional,” ujar Bupati Nanik Sumantri dengan penuh semangat.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah kabupaten akan terus mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kalangan pelaku UMKM, termasuk pelatihan tentang inovasi produk, pengemasan yang menarik dan sesuai standar global, serta manajemen keuangan usaha yang sehat.
Pengelola produsen kripik tempe H&G, Heri Gunawan, yang merasa sangat bangga atas keberhasilan ini, mengaku bahwa perjalanan untuk mencapai kesuksesan ekspor tidaklah mudah.
Ia menyampaikan bahwa selama beberapa bulan terakhir, pihaknya telah menjalani berbagai tahap persiapan mulai dari penyesuaian resep produk, pengujian kualitas di laboratorium yang terakreditasi, hingga proses pendaftaran dan pengurusan berbagai izin yang diperlukan untuk ekspor.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Magetan dan Export Center Surabaya yang telah memberikan bimbingan dan dukungan penuh sehingga kami bisa mencapai target ini. Semoga dengan ini, kami bisa menjadi contoh bagi teman-teman pelaku UMKM lainnya untuk tidak takut mencoba memasuki pasar luar negeri,” ucap Heri Gunawan sambil menunjukkan kemasan produk yang telah siap dikirim melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju pelabuhan di Maldives.
Acara pelepasan ekspor ini diakhiri dengan penandatanganan surat pernyataan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Magetan dan Export Center Surabaya untuk program pendampingan UMKM ekspor tahun 2026, serta penyerahan cenderamata khas Magetan berupa keramik dan anyaman bambu kepada perwakilan pihak yang akan menangani pengiriman produk ke Maldives.
Dengan harapan bahwa keberhasilan ini akan menjadi awal dari banyaknya produk UMKM Magetan yang mampu merambah pasar global di masa mendatang.













