ProKontra, Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah besar dalam upaya pengembangan fasilitas perdagangan dengan membangun pasar hewan modern pertama di wilayah tersebut. Pasar ini akan dilengkapi berbagai fasilitas unggulan dan teknologi terkini sebagai wujud transformasi pasar tradisional menjadi lebih tertata, bersih, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berlokasi di Desa Trosono, Kecamatan Parang, pasar hewan ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat transaksi jual beli ternak, tetapi juga dirancang menjadi pusat perdagangan hewan dengan standar yang lebih maju untuk menggantikan pasar lama yang berada di kawasan Sirkuit Suryo Magetan. Kehadiran fasilitas baru ini menjadi bagian dari perubahan wajah pasar tradisional yang sebelumnya identik dengan kondisi kurang tertata, menjadi kawasan perdagangan yang lebih nyaman, aman, dan ramah terhadap lingkungan.
Kepala Disperindag Magetan, Sucipto, dalam keterangannya di ruang kerja pada Senin (15/6/2026), menyampaikan bahwa pembangunan pasar ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Pasar Hewan Parang memiliki keunggulan tersendiri. Ini menjadi pasar hewan modern pertama di wilayah kita dan sekitarnya dengan fasilitas yang lengkap serta konsep yang lebih maju. Kami mengubah sistem pasar tradisional menjadi standar pelayanan yang lebih baik,” ujar Sucipto.
Proses Pengadaan Berjalan Ketat, Kontrak Pembangunan Rp3,3 Miliar Resmi Ditentukan
Pembangunan proyek ini melalui sejumlah tahapan yang cukup panjang. Menurut Sucipto, proses pengadaan sempat menghadapi kendala pada tahap lelang pertama, sehingga dilakukan kembali proses lelang dengan persiapan yang lebih optimal. Hasilnya, proses tersebut berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan pemenang yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Pemenang lelang pembangunan Pasar Hewan Parang resmi ditetapkan kepada CV. Estetika dengan nilai kontrak sebesar Rp3,3 miliar. Anggaran tersebut menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam menghadirkan sarana perdagangan yang berkualitas bagi masyarakat. “Proses lelang kedua telah selesai dan berjalan sesuai aturan. Saat ini dokumen administrasi sedang diselesaikan, dan dalam waktu dekat kontrak kerja akan segera ditandatangani. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan berlangsung selama enam bulan dan dikerjakan hingga selesai agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” jelas Sucipto.
Keberhasilan melewati tahapan pengadaan tersebut menjadi gambaran bahwa Pemerintah Kabupaten Magetan berupaya memastikan proses pembangunan berjalan sesuai prosedur sehingga anggaran yang digunakan dapat menghasilkan fasilitas yang berkualitas.
Beragam Fasilitas Unggulan untuk Kenyamanan dan Kemudahan Transaksi
Pasar Hewan Parang menghadirkan sejumlah fasilitas yang menjadi nilai tambah bagi para peternak maupun pembeli, antara lain:
Pemeriksaan Kesehatan Hewan: Setiap ternak yang masuk akan melalui proses pemeriksaan oleh petugas berkompeten untuk memastikan kondisi kesehatannya. Dengan demikian, hewan yang diperjualbelikan memiliki kualitas yang baik dan dapat meningkatkan kepercayaan pembeli.
Sistem Penimbangan yang Akurat: Pasar menyediakan timbangan standar yang telah terkalibrasi sehingga proses transaksi menjadi lebih transparan dan memberikan rasa keadilan bagi penjual maupun pembeli.
Area yang Nyaman dan Aman: Tersedia fasilitas ruang tunggu, area teduh, serta sirkulasi udara yang baik agar pedagang, pembeli, dan hewan ternak merasa lebih nyaman selama berada di lokasi pasar.
Pengelolaan Limbah Ramah Lingkungan: Kotoran dan limbah dari aktivitas pasar akan diolah menjadi pupuk organik serta sumber energi biogas. Selain menjaga kebersihan lingkungan, hasil pengolahan tersebut juga dapat memberikan manfaat tambahan bagi sektor pertanian.
“Dulu pasar hewan sering dianggap kotor dan menimbulkan bau kurang sedap, tetapi melalui konsep baru ini kami menghadirkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, tertata, dan memiliki nilai ekonomi dari pengelolaan limbahnya,” tegas Sucipto.
Mengajak Peternak dan Pedagang Menjadikan Pasar Hewan Parang Sebagai Pusat Aktivitas Perdagangan
Setelah pembangunan selesai, pemerintah daerah mengajak seluruh peternak dan pedagang ternak untuk memusatkan aktivitas jual beli mereka di Pasar Hewan Parang.
Menurut Sucipto, pemilihan lokasi pasar yang berada di jalur strategis dekat kawasan Pasaran Pon dilakukan agar lebih mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai daerah. “Fasilitas ini kami hadirkan untuk memberikan kenyamanan kepada para pelaku usaha. Kami berharap masyarakat nantinya dapat memanfaatkan pasar ini dan tidak perlu lagi menjual ternaknya ke luar daerah seperti Wonogiri atau wilayah lainnya yang lebih jauh,” tuturnya.
Ia menilai, dengan terkumpulnya pedagang dan peternak dalam satu lokasi yang tertata, aktivitas perdagangan akan semakin berkembang. Jumlah pembeli diperkirakan meningkat karena pasar menawarkan kenyamanan, keamanan, dan jaminan kualitas ternak. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat perputaran ekonomi di Kabupaten Magetan dan meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.
“Semakin berkembang dan ramai aktivitas perdagangan di pasar ini, maka semakin besar pula peluang peningkatan nilai jual ternak masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal setelah pembangunan selesai,” tambahnya.
Harapan untuk Memperkuat Perekonomian Masyarakat Lokal
Sucipto menyampaikan bahwa kehadiran Pasar Hewan Parang merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Pasar ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa, membantu peternak memperoleh akses pasar yang lebih baik, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh pihak yang melakukan transaksi.
“Perubahan dari pasar tradisional menuju pasar yang lebih modern dengan fasilitas lengkap merupakan langkah bersama dalam memajukan daerah. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya peternak dan pedagang, untuk menjaga, memanfaatkan, dan mengembangkan pasar ini agar mampu meningkatkan kesejahteraan warga serta menjadikan Magetan sebagai salah satu pusat perdagangan ternak yang unggul di kawasan sekitar,” pungkas Sucipto.
Dengan target penyelesaian pembangunan dalam enam bulan ke depan, masyarakat Magetan diharapkan segera dapat menikmati keberadaan pasar hewan modern yang lebih bersih, tertata, dan nyaman sebagai sarana baru dalam mendukung perkembangan ekonomi daerah.













