banner 728x250

Siswi SMAN 1 Maospati Sabet Juara III pada Fashion Show Batik Bambu Magetan

ProKontra, Magetan — Tiara Ramadhani siswi perwakilan SMA Negeri 1 Maospati (SMANTI), berhasil meraih Juara III pada ajang Fashion Show Batik Bambu Magetan yang berlangsung di GOR Ki Mageti. Prestasi tersebut diraih berkat penampilannya yang memikat saat mengenakan Batik Pring Sedapur dengan kombinasi warna hitam, kuning, dan merah yang tampil harmonis dan menarik perhatian dewan juri.

Fashion Show Batik Bambu Magetan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Festival Bambu Magetan 2026 yang diselenggarakan pada 12–21 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya lokal melalui kreasi busana bermotif bambu.

Peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA, tampil percaya diri memperagakan beragam desain busana berbahan dan bermotif bambu di hadapan juri serta ratusan penonton yang memadati lokasi acara. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat eksistensi batik bambu sebagai salah satu ciri khas daerah Magetan.

Bagi Tiara, pencapaian tersebut memberikan kesan yang mendalam. Ia mengaku keberhasilannya kali ini terasa lebih spesial karena busana yang dikenakannya merupakan hasil rancangan guru di sekolah tempatnya menempuh pendidikan.

“Pengalaman ini sangat berkesan. Saya memang sudah beberapa kali mengikuti fashion show batik, tetapi kali ini terasa istimewa karena busana yang saya kenakan didesain langsung oleh guru PKWU SMA Negeri 1 Maospati, Ibu Tutik Susilowati, S.Pd,” ujar Tiara.

Menurut Tiara, rancangan busana karya gurunya memiliki perpaduan warna yang elegan dan menarik. Selain itu, model yang ditampilkan terlihat rapi, modern, sekaligus tetap mengedepankan kesan sopan saat dikenakan.

Sementara itu, panitia penyelenggara, Wowok, menjelaskan bahwa perlombaan dibagi ke dalam empat kategori, yaitu PAUD/TK, SD, SMP, dan SMA. Pembagian tersebut dilakukan agar proses penilaian dapat berlangsung lebih objektif sesuai dengan tingkat usia peserta.

“Kategori sengaja dipisahkan berdasarkan jenjang pendidikan. Peserta TK tidak digabung dengan SD maupun tingkat lainnya sehingga kompetisi dapat berjalan lebih adil dan seimbang,” jelasnya.

Meskipun pada awalnya diperuntukkan bagi perwakilan sekolah, panitia juga memberikan kesempatan kepada peserta umum untuk ikut berpartisipasi. Pada setiap kategori ditetapkan juara I, II, dan III, juara harapan I, II, dan III, serta penghargaan khusus The Best Costume.

Persaingan antar peserta berlangsung cukup sengit. Walaupun sebagian besar peserta masih berusia anak-anak dan remaja, mereka mampu menampilkan performa yang mengesankan dengan berbagai konsep busana yang kreatif dan penuh percaya diri di atas catwalk.

Antusiasme orang tua dan para pendamping yang turut membantu mempersiapkan kostum serta penampilan peserta juga menjadi salah satu faktor yang membuat jalannya kompetisi semakin semarak dan menarik untuk disaksikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *