banner 728x250

Pembangunan Talud, Jembatan hingga RTLH Warnai TMMD ke-129 di Ponorogo

 

 

PONOROGO, ProKontra – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 resmi dimulai di Kabupaten Ponorogo. Pembukaan kegiatan yang mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” tersebut digelar di Lapangan Desa Jambon, Kecamatan Jambon, Rabu (15/7/2026).

 

Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, S.I.P., M.I.P., Dandim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos., M.MDS., jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan dimulainya program terpadu tersebut.

 

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.

 

Menurutnya, pelaksanaan TMMD ke-129 Tahun 2026 membawa banyak manfaat bagi masyarakat karena berbagai program pembangunan akan dilaksanakan secara terpadu. Tidak hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga.

“Pada pelaksanaan TMMD tahun ini terdapat berbagai program yang harus diselesaikan secara bersamaan, mulai dari pembangunan talud, jalan, jembatan, saluran irigasi hingga perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selain itu juga terdapat kegiatan nonfisik berupa layanan kesehatan, pendampingan pertanian, pendidikan, pembinaan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat,” ujar Lisdyarita.

 

Ia menilai keberhasilan TMMD tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik yang selesai tepat waktu, tetapi juga oleh kuatnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan semangat gotong royong harus terus dijaga selama pelaksanaan program berlangsung.

 

Lisdyarita optimistis seluruh sasaran dapat diselesaikan sesuai target dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Ia juga mengajak seluruh warga Desa Bululor, Kecamatan Jambon, untuk menyambut kehadiran prajurit TNI sebagai bagian dari keluarga sendiri.

 

“Mari kita dukung pelaksanaan TMMD ini dengan semangat gotong royong. Sambut para prajurit TNI sebagai keluarga sendiri, bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dan dirawat untuk kepentingan generasi mendatang,” pesannya.

 

Sementara itu, Dandim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke-129 difokuskan pada sejumlah sasaran pembangunan fisik yang menjadi kebutuhan masyarakat Desa Bululor.

 

Adapun sasaran tersebut meliputi pembangunan talud di RT 05 RW 01 Dukuh Bulu, Desa Bululor, sepanjang 30 meter dengan tinggi 4,3 meter. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat tebing sekaligus mengurangi potensi longsor yang selama ini mengancam kawasan tersebut.

 

Selain pembangunan talud, TMMD juga melaksanakan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Puguh di RT 05 RW 01 Dukuh Bululor dengan ukuran 5 x 7 meter.

 

Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian layak, sehat, dan aman.

Pembangunan lainnya adalah jembatan di RT 06 RW 03 Dukuh Bibis, Desa Bululor, dengan panjang 11 meter dan lebar 3,2 meter.

 

Keberadaan jembatan tersebut nantinya akan mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta meningkatkan akses menuju lahan pertanian maupun permukiman warga.

 

TMMD juga menyasar pembangunan RTLH milik Meseni di RT 01 RW 04 Dukuh Gupit, Desa Bululor, dengan ukuran 5,5 x 6,10 meter. Program tersebut menjadi bukti nyata bahwa TMMD tidak hanya membangun fasilitas umum, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan tempat tinggal yang lebih layak.

 

Di samping pembangunan fisik, berbagai kegiatan nonfisik turut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Berbagai penyuluhan, pelayanan kesehatan, pendampingan pertanian, edukasi kebangsaan, pembinaan keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat akan dilaksanakan selama program berlangsung sehingga manfaat TMMD tidak hanya dirasakan dalam bentuk bangunan, tetapi juga peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat.

 

Menurut Dandim, TMMD merupakan salah satu program strategis TNI AD yang selama ini terbukti mampu mempercepat pembangunan daerah melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

 

“Program TMMD merupakan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus wujud sinergitas pemerintah daerah bersama jajaran TNI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik maupun nonfisik di wilayah sasaran,” tegasnya.

 

Melalui pelaksanaan TMMD ke-129 Tahun 2026 ini, diharapkan berbagai pembangunan yang dilaksanakan di Desa Bululor dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan kualitas permukiman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

 

Lebih dari itu, semangat gotong royong yang menjadi ruh TMMD diharapkan terus terpelihara sebagai kekuatan utama dalam membangun Ponorogo yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Penulis: (sul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *