banner 728x250

Ketua Golkar Jatim Tegaskan Target 100% di Magetan: Kalau Kursi Tak Nambah, Jangan Jadi Ketua!

ProKontra, Magetan – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si., menghadiri acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Golkar Kabupaten Magetan. Kehadiran Ali Mufthi didampingi oleh jajaran pengurus DPD Golkar Jatim serta jajaran pengurus daerah setempat.

Dalam keterangannya, Ali Mufthi menyampaikan bahwa Rakerda merupakan salah satu disiplin organisasi yang wajib dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota. Forum ini bertujuan untuk merencanakan sekaligus mendokumentasikan harapan dan cita-cita Partai Golkar Kabupaten Magetan, yang disepakati bersama oleh seluruh jajaran partai dari tingkat DPD, 18 Pimpinan Kecamatan (PK), hingga tingkat desa/kelurahan (PD/PL).

“Harapannya solid, barisannya lurus, tidak boleh ada barisan yang tumpang campur. Kalau ada yang tumpang campur, tugasnya ketua partai untuk meluruskan,” tegas Ali Mufthi.

Komitmen Moral dan Fakta Integritas

Saat ditanya mengenai target penambahan kursi legislatif di Magetan dari 5 kursi menjadi 7 kursi pada pemilu mendatang, Ali Mufthi memberikan penegasan yang sangat kuat. Ia menyatakan bahwa penambahan kursi adalah hal yang wajib dicapai oleh pimpinan partai di daerah.

“Kalau tidak nambah kursi ya jangan jadi ketua. Kalau posisinya pimpinan masih sama (tidak bertambah), langsung kita berikan SK PLT (Pelaksana Tugas). Harus begitu, biar masing-masing bergerak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa komitmen ini berlaku adil, termasuk bagi dirinya sendiri di tingkat provinsi. Jika perolehan kursi Golkar di tingkat Jawa Timur tidak mengalami kenaikan, Ali Mufthi menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya. Menurutnya, aturan ini bukanlah sanksi organisasi yang kaku, melainkan bentuk komitmen moral dari para pimpinan partai demi mencapai target-target politik yang telah ditetapkan.

Ali Mufthi membeberkan bahwa dirinya telah menandatangani tujuh poin fakta integritas, di mana salah satu poin utamanya adalah kewajiban menaikkan jumlah kursi partai. Ketika ditegaskan kembali mengenai peluang ketercapaian target dari 5 menjadi 7 kursi di Magetan, ia menyatakan target tersebut mutlak.

“Ya harus 100 persen. Jadi (target) 7 kursi itu harus 100 persen, tidak boleh dikurangi. Kalau bisa 8 atau 9. Itu harga mati,” pungkasnya.

Respons Ketua Golkar Magetan: Siap Mundur Jika Gagal

Menanggapi instruksi dan target tinggi tersebut, Ketua DPD Golkar Kabupaten Magetan, Didik Haryono, menyatakan kesiapannya untuk menerima konsekuensi organisasi. Ia menegaskan komitmennya untuk mundur dari jabatan ketua jika target penambahan kursi tidak tercapai.

“Saya siap mengundurkan diri jadi Ketua DPD jika kursi Golkar tidak nambah. Kalau tetap lima, saya tetap harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPD Golkar Magetan,” ujar Didik Haryono dengan tegas.

Bagi Didik, menambah raihan kursi di parlemen bukanlah perkara yang mustahil, meski ia mengakui hal tersebut juga tidak mudah. Saat ini, Golkar Magetan mengamankan 5 kursi, namun masih memiliki 2 daerah pemilihan (dapil) yang kosong tanpa perwakilan. Oleh karena itu, fokus utama kepengurusannya kini adalah mempertahankan 5 kursi yang sudah ada sekaligus merebut kursi di 2 dapil yang masih kosong tersebut.

Untuk merealisasikan target itu, Didik menjelaskan beberapa langkah taktis yang tengah digodok dalam Rakerda. Strategi utama mereka bertumpu pada penguatan soliditas internal organisasi serta penggalangan program kerja nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Itu yang akan kita lakukan. Terkait dengan bagaimana meraihnya, yang pertama soliditas organisasi. Yang kedua, bagaimana kita punya kegiatan-kegiatan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Dan itu kita rumuskan dalam Rakerda hari ini; apa yang akan kita lakukan agar meraih simpati dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *