banner 728x250

Di Ujung Bengkayang, HUT ke-81 RI Dimeriahkan Karaoke dan Panjat Pinang

BENGKAYANG , ProKontra – Saat banyak tempat mulai sepi bendera dan lomba 17-an, di Dusun Singkong, Desa Goa Boma, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, semangat justru kebalikannya.

 

Sabtu, 15 Agustus 2026, dusun yang jauh dari pusat kota ini berubah jadi panggung kemeriahan. Ada suara mic karaoke bersahut-sahutan sampai tanggal 30 Agustus akan datang, kalau sorak tarik tambang, ampai tawa anak-anak berebut di tiang panjat pinang pastinya tanggal 17 Agustus pastinya di selesaikan semuanya di hari puncak

 

Penggagas sekaligus Ketua Panitia, Surip alias Sule, mengaku sengaja bikin acaranya beda.

“Kita adakan lomba karaoke. Pesertanya 75 orang, datang dari Kabupaten Bengkayang sampai Kota Singkawang. Ada juga lomba rakyat: tarik tambang, panjat pinang, dan lainnya,” kata Sule.

 

Hadiahnya? Ada uang tunai, trofi, dan piagam untuk juara karaoke. Tapi menurut Sule itu nomor dua.

 

“Yang penting bukan hadiahnya. Ini soal cinta kita ke NKRI. Kami mau buktikan, walau di sudut negeri, di pedalaman, kami tetap optimis dan setia,” tegasnya.

 

Tokoh adat senior, Yulius Atang, yang sudah hidup sejak era Soeharto juga hadir. Pesannya satu: jangan sampai luntur.

“Jiwa patriot kebangsaan jangan sampai bergeser. Nilai ini harus kita jaga terus,” ujarnya.

 

Di tengah isu apatisme, Dusun Singkong justru menunjukkan satu hal: kemerdekaan itu masih dirayakan dengan tawa, keringat, dan lagu gembira ria.

Penulis: Dominikus Tolek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *