Prokontra, Ponorogo — Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo resmi memulai pendistribusian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo. Langkah lintas sektor ini digulirkan guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga keterjangkauan harga beras hingga ke tingkat desa.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto, menerangkan bahwa penyaluran beras medium kemasan 5 kilogram ini menyasar sejumlah titik KDKMP di Kecamatan Kauman dan Balong pada Rabu (4/11/2026). Rinciannya meliputi KDMP Bringin, Pengkol, Ngrandu, Sukosari, Nglarangan, Bulu Kidul, Bulas, Ngendut, Pandak, dan Sumberejo.
”Kelebihan beras SPHP dari Bulog itu jelas. Pertama, berasnya medium berkualitas yang sudah melalui proses quality control. Kedua, kemasannya resmi 5 Kg, rapi, ada label SPHP Bulog, jadi tidak bisa di-takar sembarangan. Ketiga, harganya sudah sesuai HET, tidak dimainkan,” terang Budiwan.
Budiwan memaparkan, secara keseluruhan terdapat 195 titik KDKMP di Kabupaten Ponorogo yang terdata siap menerima penyaluran. Kendati demikian, distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan operasional tiap koperasi di lapangan. Sebelumnya, Bulog telah mendistribusikan pasokan ke 10 titik KDMP di Kecamatan Babadan, meliputi Bareng, Cekok, Gupolo, Japan, Kertosari, Lembah, Ngunut, Polorejo, Pondok, dan Purwosari.
Mengenai ketahanan stok, Bulog memastikan cadangan pangan untuk wilayah kerja Ponorogo, Magetan, dan Pacitan dalam kondisi sangat melimpah dengan ketersediaan puluhan ribu ton beras di lima gudang penyimpanan.
”Stok kita pastikan sangat aman. Jadi KDKMP tidak perlu khawatir kekurangan. Begitu KDMP terkonfirmasi siap, langsung kita kirim. Beras SPHP kemasan 5 Kg ini memang kita siapkan khusus untuk ritel desa agar praktis, mudah disimpan dan langsung bisa dijual ke warga,” jelasnya.
”Kalau beli beras SPHP 5 Kg dari Bulog via KDKMP, warga dapat kepastian. Takarannya pas 5 Kg, bukan 4,8 atau 4,5. Kualitasnya terjaga karena gudang Bulog berstandar. Ini bedanya dengan beras curah di pasaran,” tambah Budiwan.
Pihaknya menargetkan penyaluran tahap awal untuk 50 lokasi KDKMP dapat tuntas pada Jumat, 7 November 2026, sebelum dilanjutkan secara bertahap ke seluruh 195 titik KDKMP.
”Target kami semua KDKMP di Ponorogo bisa menjadi agen resmi SPHP Bulog, sehingga stabilisasi harga beras benar-benar sampai ke tingkat desa,” pungkasnya.













