banner 728x250

Dibiayai Swadaya Warga Setahun, Bendosari Culture Carnival 2026 di Blitar Berlangsung Meriah

ProKontra, BLITAR – Bendosari culture Carnival 2026 yang digelar secara swadaya oleh masyarakat Desa Bendosari ,Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, berlangsung meriah pada Jumat-Sabtu, 26 September 2026.

Kegiatan tahunan tersebut diikuti 21 peserta yang mewakili RT/RW se-Desa Bendosari, Masing-masing peserta menampilkan kreativitas melalui kostum, koreografi penari, serta pertunjukan sound system.

Rangkaian kegiatan diawali pada Jumat (25/9/2026) dengan check sound/live party di lokasi penyewaan sound masing-masing peserta. Sejak malam hari, antusiasme masyarakat dan penonton mulai terlihat dengan memadati sejumlah ruas jalan desa.

Puncak kegiatan berlangsung Sabtu (26/9/2026) melalui karnaval utama yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam hari.

Rute karnaval dimulai dari kawasan selatan pertigaan Kedunggayam kemudian bergerak ke arah barat ke utara hingga mencapai garis finis di Kantor Desa dan lapangan desa Bendosari yang sekaligus menjadi panggung kehormatan.

Rangkaian karnaval diawali barisan perangkat desa unsur sekolah Setelah itu, 26 peserta secara bergantian menampilkan atraksi dengan iringan sound system dan penari hingga malam hari.

Acara Bendosari culture Carnival 2026 bisa terlaksana berkat swadaya warga Bendosari, masyarakat Selama setahun sejak tahun lalu sudah mulai mengumpulkan dana untuk bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini.

Kepala Desa Bendosari Sunarko mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan carnival merupakan hasil kebersamaan warga yang telah melakukan iuran selama kurang lebih satu tahun serta mempersiapkan kegiatan selama berbulan-bulan.“Semangat kekompakan dan kebersamaan warga ditunjukkan dengan mengadakan iuran selama setahun penuh dan persiapan berbulan-bulan. Pemerintah Desa Bendosari akan selalu mendukung kegiatan warga dan setiap tahun akan berbenah untuk bisa menampilkan acara yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Di tengah adanya perbincangan mengenai penggunaan sound system dalam kegiatan tersebut, pemerintah desa melihat adanya dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Perputaran ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pelaku UMKM, tetapi juga warga yang membuka jasa parkir dan penitipan kendaraan selama kegiatan berlangsung.

Pemdes Bendosari berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan ke depan mampu berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata desa.“Yang terpenting adalah kebersamaan dan kerukunan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa,” pungkasnya.

Penulis: (ani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *