banner 728x250

Jembatan Permanen TMMD 129 Hubungkan Bibis-Gupit, Warga Bulu Lor Tinggalkan Jembatan Bambu

 

 

PONOROGO, ProKontra — Perubahan besar tampak nyata di Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Jembatan yang dahulu hanya berupa sesek atau anyaman bambu sederhana kini telah berubah menjadi jembatan permanen yang kokoh berkat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0802/Ponorogo. Jembatan tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan Dukuh Bibis dengan Dukuh Gupit dan selama bertahun-tahun dimanfaatkan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Sejumlah anggota Satgas TMMD ke-129 bersama warga setempat terlihat melaksanakan pembersihan area jembatan yang telah selesai dibangun. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahap penyempurnaan pekerjaan fisik sebelum jembatan digunakan secara optimal oleh masyarakat. Selain membersihkan badan jembatan dan area sekitarnya, anggota Satgas bersama warga juga melakukan perbaikan cat pada pagar pengaman serta bagian lining atau pelindung jembatan agar hasil pembangunan tetap terjaga dengan baik dan memiliki tampilan yang lebih rapi, Rabu (12/8/2026).

 

Aktivitas gotong royong tersebut berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan. Beberapa warga membantu membersihkan sisa material pekerjaan, sementara personel Satgas melakukan pengecekan terhadap kondisi jembatan dan menyempurnakan beberapa bagian yang memerlukan sentuhan akhir. Kehadiran jembatan permanen ini menjadi salah satu sasaran fisik yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena menyangkut kelancaran mobilitas antar wilayah di Desa Bulu Lor.

 

Rasa syukur atas pembangunan jembatan tersebut disampaikan oleh Suyono (54), warga Dukuh Bibis yang turut membantu anggota Satgas dalam proses penyelesaian pekerjaan jembatan. Menurutnya, kondisi akses yang ada saat ini jauh berbeda dibandingkan sebelumnya ketika masyarakat masih mengandalkan jembatan anyaman bambu yang memiliki keterbatasan dan risiko keselamatan yang cukup tinggi.

 

“Kami sangat bersyukur sekarang sudah ada jembatan ini. Sebelumnya jembatan sesek bambu itu hanya bisa dilewati jalan kaki. Kalaupun pakai kendaraan paling ya sepeda angin, itupun harus dituntun karena takut terjebak atau jatuh ke sungai,” ungkap Suyono saat ditemui di lokasi kegiatan.

 

Ia menjelaskan bahwa keberadaan jembatan permanen memberikan rasa aman yang lebih besar bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah, petani, maupun warga yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas ekonomi dan sosial. Menurutnya, akses yang lebih baik juga akan mempersingkat waktu tempuh masyarakat dalam beraktivitas.

 

Di lapangan, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus terlihat hingga tahap akhir pelaksanaan program TMMD. Anggota TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-129 bersama warga Desa Bulu Lor bahu-membahu menyelesaikan seluruh sasaran fisik yang telah direncanakan. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.

 

Selain pembangunan fisik berupa jembatan, program TMMD ke-129 Kodim 0802/Ponorogo juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Berbagai penyuluhan dan kegiatan pemberdayaan dilaksanakan guna meningkatkan pengetahuan serta kualitas hidup warga. Dengan demikian, manfaat TMMD tidak hanya dirasakan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Bulu Lor.

 

Keberhasilan pembangunan jembatan permanen yang menggantikan jembatan sesek bambu tersebut menjadi bukti nyata bahwa program TMMD mampu menjawab kebutuhan mendasar masyarakat. Akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan layak diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi, memperlancar hubungan antarwilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bulu Lor dalam jangka panjang.

Penulis: (sul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *