banner 728x250

MAGETAN NAGIH JANJI : GENAP 1 TAHUN JABATAN, DERETAN JANJI MANIS NANIK-SUYATNI MASIH SEKADAR KATA!

Opini Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Magetan

ProKontra, Magetan – Detik terus berjalan, jarum jam tak berhenti berputar menandai waktu. Tepat tanggal 23 Mei 2025 yang lalu, genap sudah satu tahun masa bakti pasangan pemimpin Magetan, Bupati Nanik Endang Rusminiati dan Wakil Bupati Suyatni.

Satu tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk membuktikan janji, tapi bagi warga Magetan, satu tahun ini terasa hampa, janji-janji emas yang digembar-gemborkan saat kampanye belum satu pun nyata terwujud!

Saat masa pencalonan dulu, pasangan yang akrab disapa Nanik-Suyatni ini berkeliling dari desa ke desa, lurah ke lurah, bertemu warga di bawah tenda, di balai desa, hingga di jalanan. Visi misi mereka digelar megah: “Magetan Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan”. Di setiap pidato, janji mereka begitu manis, mengobarkan harapan warga yang sudah lelah menunggu perubahan.

Berikut deretan janji andalan yang digaungkan berulang kali saat kampanye:

Bantuan Dana Per Rp 3 Juta – Rp5 Juta Setiap Tahun, Ini janji paling ditunggu seluruh warga! Pasangan Nanik-Suyatni menjanjikan alokasi dana operasional langsung untuk setiap RT dan RW se-Kabupaten Magetan, berkisar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per tahun.

Dana ini diklaim khusus untuk mempermudah pengelolaan lingkungan, kegiatan sosial warga, perbaikan fasilitas lingkungan, hingga bantuan warga kurang mampu. Warga kala itu percaya: “Kalau ini terealisasi, RT tidak lagi susah cari dana swadaya!” Namun nyatanya sampai genap setahun menjabat, nol realisasi! Tidak ada satu rupiah pun yang turun untuk warga.

Gratis Pendidikan Dasar Hingga menengah
Di atas panggung kampanye, mereka berjanji menghapuskan segala pungutan di sekolah negeri, SPP, biaya seragam, biaya ujian, hingga biaya praktik bagi siswa SD, SMP, dan SMA/SMK di Magetan.

Tujuannya tidak ada anak Magetan putus sekolah karena biaya. Namun fakta hari ini wali murid masih tetap mengeluarkan biaya tak terduga, janji gratis pendidikan masih sebatas retorika.

Layanan kesehatan gratis 100%
Mereka juga menjanjikan seluruh warga Magetan terjamin kesehatannya, berobat, rawat jalan hingga rawat inap di puskesmas maupun RSUD tanpa biaya sepeser pun, tanpa syarat berbelit. Nyatanya masih banyak warga mengeluh harus menambah biaya sendiri, atau kesulitan akses jaminan yang dijanjikan.

Perbaikan infrastruktur jalan desa
Janji perbaikan jalan rusak yang menjadi keluhan utama warga, perbaikan irigasi sawah agar petani tak rugi karena kekeringan atau banjir, hingga penguatan ekonomi UMKM dan petani lewat modal serta pasar yang layak. Satu tahun berlalu, jalan berlubang masih banyak, irigasi belum diperbaiki maksimal, dan pelaku usaha masih belum merasakan sentuhan nyata.

Warga Mulai Khawatir Alasan Klasik Kembali Diulang

Rakyat Magetan sebenarnya sudah bersabar. Tapi ingatan mereka masih segar pada masa lalu, ketika pemimpin sebelumnya tidak memenuhi janji, jawaban yang keluar begitu enteng.

“Mohon maaf janji tak terpenuhi… karena saat itu ada wabah Covid-19.”

Kini warga mulai bertanya-tanya, apakah satu tahun masa jabatan kita akan mendengar alasan serupa?

“Mohon maaf kami belum bisa menepati janji… karena efisiensi anggaran… atau alasan inflasi global?”

Apakah rakyat Magetan harus terus maklum atas segala alasan? Padahal saat kampanye dulu, tak disebutkan syarat, janji itu mutlak untuk dijalankan!

Ini Jawaban yang Sebenarnya Diharapkan Rakyat

Rakyat Magetan bukan tak tahu kondisi, tapi mereka butuh kejujuran dari pemimpin pilihan mereka.
Daripada beralasan, jauh lebih mulia jika Bupati dan Wakil Bupati angkat bicara dengan jantan dan rendah hati:

“Kami akui, ini kesalahan kami yang belum menepati janji di tahun pertama. Kami minta maaf, dan berjanji akan segera memperbaiki serta mewujudkannya di sisa masa jabatan. Doakan kami agar bisa menepati janji kampanye demi kemajuan Magetan.”

Kalau jawaban seperti ini yang disampaikan, maka warga akan paham: pemimpinnya benar-benar serius membawa Magetan maju sesuai visi dan misi. Tapi jika hanya diam dan beralasan, maka janji itu hanya akan dianggap sebagai bualan demi meraup suara saat pemilihan dulu.

Ingat Bu Bupati, Ingat Pak Wakil Bupati!
Waktu satu tahun sudah berlalu, tak bisa diulang kembali. Rakyat Magetan bukan lupa, mereka sedang menagih janji yang pernah diucapkan dengan lantang!

Buktikan, jangan hanya manis di mulut saat butuh dukungan!

Penulis: Lilik Abdi Kusuma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *