ProKontra, Magetan – Aksi berani sekaligus inspiratif ditunjukkan Sri Wahyuni (53), warga Desa Malang, Kecamatan Maospati. Video dirinya saat menghadang bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang diduga hendak melanggar lampu merah di pertigaan Glodok, Karangrejo, viral di media sosial. Keberanian tersebut justru berbuah apresiasi, bukan tekanan.
Pada Selasa (5/5/2026), Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengundang Sri untuk audiensi sekaligus mediasi dengan sopir bus. Dalam kesempatan itu, Sri resmi ditetapkan sebagai Duta Lalu Lintas Polres Magetan 2026.
Peristiwa yang viral tersebut sebenarnya terjadi pada 12 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, Sri yang bekerja sebagai guru SLB baru saja pulang dari kegiatan Pondok Ramadan. Ketika tiba di traffic light Karangrejo, ia berhenti karena lampu menunjukkan warna merah.
Situasi berubah ketika sebuah bus di belakangnya terus membunyikan klakson, seolah mendesaknya untuk tetap melaju. Namun Sri tidak bergeming dan tetap bertahan di posisinya.
Dalam video berdurasi 42 detik yang beredar, terlihat Sri berdiri di atas motor matiknya, mengangkat tangan sambil berteriak “Stop!” kepada sopir bus. Ia menegaskan bahwa lampu masih merah. Aksi tersebut pun menarik simpati pengguna jalan lainnya.
“Apa yang saya lakukan itu spontan. Kalau lampu merah ya harus berhenti, itu saja,” ujar Sri saat dikonfirmasi.
Kapolres Magetan AKBP Erik Bangun Prakasa menilai tindakan Sri sebagai contoh nyata kepatuhan berlalu lintas yang layak diteladani. Menurutnya, keberanian Sri bukan sekadar menghadang kendaraan, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap keselamatan.
“Tindakan Ibu Sri adalah wujud keberanian sekaligus ketaatan pada aturan. Ini menjadi contoh yang sangat baik bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, penunjukan Sri sebagai Duta Lalu Lintas bukan hanya bersifat simbolis, melainkan bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran bersama agar masyarakat lebih disiplin di jalan.
“Kami berharap sosok seperti Ibu Sri dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih tertib dan mengutamakan keselamatan,” tambahnya.
Setelah video tersebut viral, pihak kepolisian juga memfasilitasi mediasi antara Sri dan sopir bus. Dalam pertemuan itu, sopir telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Polisi juga memberikan pembinaan kepada pengemudi, khususnya transportasi umum, agar lebih sabar dan tidak memaksakan kehendak di jalan.
Kisah Sri menjadi pengingat sederhana namun kuat bahwa keselamatan berlalu lintas dimulai dari kepatuhan individu. Dalam kondisi apa pun, aturan tetap harus dijalankan.
Kini, dari sebuah persimpangan di Magetan, muncul sosok inspiratif yang menjadi wajah baru kampanye tertib berlalu lintas.













