banner 728x250

Perjuangan Pelari Lintas Kota Menaklukkan Jalur Tanjakan Magetan–Sarangan

ProKontra, Magetan – Suasana sahur Ramadan di Magetan terasa berbeda. Ratusan pelari memadati kawasan Pasar Baru Magetan untuk mengikuti Sahurrun Magetan–Sarangan 30K, ajang lari malam menantang dengan rute Magetan menuju Telaga Sarangan lalu kembali lagi ke titik awal.

Event yang digagas komunitas Playon Magetan tersebut merupakan Sahurrun Jilid 2, kegiatan lari jarak jauh yang dikemas unik dengan konsep olahraga sekaligus kebersamaan menjelang waktu sahur.

Sekitar 220 peserta dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya dari Magetan, sejumlah pelari datang dari luar kota seperti Bandung, Yogyakarta, Salatiga, Madiun, hingga Blitar.

Start dimulai dari depan Rapi Elektronik Pasar Baru Magetan dan secara resmi dilepas oleh Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, Sabtu (7/3/2026) malam

Ketua panitia Sahurrun 2026, Artanto Sakti, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar fun run biasa. Para peserta diajak merasakan pengalaman berlari malam hari dengan rute yang menantang.

“Ini bukan fun run biasa. Peserta merasakan sensasi lari malam dengan rute menanjak menuju Sarangan, lalu kembali lagi ke Magetan, dan ditutup dengan sahur bersama,” ujarnya.

Meski sepanjang perjalanan sempat diguyur hujan, semangat para peserta tidak surut. Mereka tetap berlari menyusuri jalur aspal di lereng Gunung Lawu yang terkenal memiliki tanjakan panjang.

Rute Magetan–Sarangan memang dikenal cukup menantang bagi pelari. Total jarak tempuh mencapai sekitar 30 kilometer dengan elevation gain sekitar +950 meter. Kondisi ini membuat peserta harus mengatur strategi pace sejak awal agar stamina tetap terjaga hingga garis finis.

Selain menjadi ajang uji daya tahan, para peserta juga bisa menikmati suasana malam di lereng Gunung Lawu yang sejuk dan relatif lengang.

Panitia menerapkan konsep self support, di mana peserta diharapkan mengatur kebutuhan logistik secara mandiri selama berlari. Para pelari diwajibkan membawa perlengkapan pribadi seperti hidropack atau tas pinggang, jas hujan, senter atau headlamp, serta makanan ringan.

“Keselamatan nomor satu. Karena ini lari malam jarak jauh, peserta harus benar-benar menyiapkan perlengkapan sendiri dan menjaga kondisi tubuh. Tidak perlu memaksakan diri,” tegas panitia.

Meski demikian, panitia tetap menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung seperti water station, konsumsi sahur, refreshment, dokumentasi, hingga e-sertifikat bagi peserta. Seluruh pelari juga memperoleh BIB number, medali finisher, dan jersey finisher.

Tak hanya itu, panitia juga menyediakan podium juara 1, 2, dan 3 untuk kategori putra dan putri. Pada ajang kali ini, posisi podium berhasil diraih oleh pelari dari luar Magetan, di antaranya dari Bandung, Yogyakarta, dan Salatiga.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat olahraga masyarakat selama Ramadan sekaligus memperkenalkan potensi rute lari menantang di lereng Gunung Lawu, Magetan kepada komunitas pelari dari berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *