banner 728x250

81 TAHUN MERDEKA: HARUSKAH UNESA TAMBAH HIBAH LAHAN, SAAT YANG SUDAH ADA BELUM TUNTAS? DAN DI MANA SEBENARNYA ANGGARAN RAKYAT BERLABUH?

Ilustrasi Bukti Bangunan dilahan Maospati belum seratus persen tuntas dikerjakan oleh pihak Unesa

ProKontra, Magetan – Merdeka! Sudah 81 tahun kita mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Delapan puluh satu tahun merdeka dari penjajahan, namun benarkah kita sudah merdeka sepenuhnya dari kebocoran anggaran, pembangunan yang tak tuntas, dan janji yang belum ditepati?

Di Kabupaten Magetan, semangat kemerdekaan ini disambut dengan satu tanda tanya besar yang menggantung di langit perencanaan pembangunan daerah. Mengapa harus meminta tambahan, padahal yang ada belum dimanfaatkan sepenuhnya?

Faktanya, masyarakat Magetan sudah berhati mulia  menghibahkan tanah seluas kurang lebih 17 hektar di wilayah Maospati untuk pengembangan kampus Unesa. Namun hingga kini, pembangunan di atas lahan hibah tersebut belum tuntas sepenuhnya. Belum semua bangunan berdiri tegak. Belum semua fasilitas terwujud sesuai harapan.

Anehnya, justru di tengah ketidaksempurnaan itu, muncul keinginan meminta tambahan hibah lahan baru  kali ini di jantung kota Magetan  untuk membangun gedung-gedung lagi. Pertanyaan sederhana pun meluncur dari kesadaran rakyat yang mulai cerdas. Apakah lahan yang 17 hektar itu nantinya akan terbengkalai begitu saja? Apakah dana yang sudah dialokasikan sudah terpakai dengan benar, atau justru menguap entah ke mana?

Belum lagi satu janji yang tak boleh luntur dari ingatan semua pihak: Apakah isi MoU sudah sesuai kesepakatan? Terutama poin penting  jatah penerimaan mahasiswa asal Magetan sebesar 20 persen. Apakah janji itu sudah ditepati dengan jujur, atau tinggal tulisan di atas kertas yang mulai pudar warnanya?

Jika Tak Ada Korupsi Bangsa Ini Pasti Pasti Jauh Lebih Makmur.

Berbicara soal merdeka, tak lengkap rasanya jika kita tidak berani bicara lantang. Seandainya para pejabat di negeri ini tidak bermain kotor, tidak mengkorupsi uang rakyat, nasib bangsa ini pasti sudah jauh lebih baik hari ini.

Bayangkan sejenak :
1. Anggaran tak bocor sepeser pun, maka setiap proyek jalan, sekolah, dan rumah sakit selesai tepat waktu, berkualitas terbaik, tak mudah rusak.
2. Angka kemiskinan turun drastis, karena dana negara tersalurkan murni untuk menyejahterakan, bukan memperkaya segelintir orang.
3. Fasilitas umum merata dan berkualitas tinggi — sekolah nyaman, rumah sakit lengkap, jalan mulus hingga ke pelosok desa.
4. Kesehatan dan pendidikan bermutu bisa dinikmati semua warga, tanpa pungutan liar, tanpa penderitaan yang tak perlu.
5. Investasi masuk deras, karena pengusaha percaya: di sini hukum berlaku adil, aturan jelas, tak ada pungutan di balik meja.
6. Generasi muda bangga, karena melihat pemimpinnya amanah, jujur, dan bekerja untuk rakyat — bukan untuk perut sendiri.

Jangan Sampai Hibah Baru Pun Terbengkalai.

Kembali ke rencana perluasan kampus Unesa di Magetan  kita tidak menolak kemajuan. Kita justru mendukung pendidikan berkualitas demi anak cucu Magetan. Tapi mari kita berpikir jernih dan bertindak hemat.

Lahan hibah di Maospati belum selesai dibangun mengapa harus minta lahan baru dulu? Apakah pembangunan yang belum selesai itu karena keterbatasan dana, atau justru karena dananya bocor di tengah jalan? Jika yang lama belum tuntas, bagaimana kita bisa menjamin yang baru tidak akan bernasib sama mangkrak, terbengkalai, dan menjadi monumen janji yang tak ditepati?

Pemerintah dan pihak terkait wajib menjawab secara terbuka:

1. Berapa persen progres pembangunan di lahan hibah Maospati hingga saat ini?

2. Apakah MoU soal kuota 20% mahasiswa asal Magetan sudah dijalankan dengan konsisten?

3. Nyatanya ada mahasiswa baru separo perjalanan kuliah harus pindah ke Unesa Surabaya. Orang Tua yang awalnya anaknya tanpa biaya kost  akhirnya kelabakan harus anaknya ngekost dan biaya makan menjadi bertambah apakah hal ini termasuk program Unesa yang membuat mahasiswa dan orangtua jadi bingung

4. Apakah rencana tambahan hibah sudah dikaji secara mendalam agar tidak menumpuk janji yang belum selesai?

Rakyat Magetan itu dermawan, itu sudah terbukti. Tapi dermawan bukan berarti boleh dimanfaatkan tanpa perhitungan yang jujur. Di usia kemerdekaan ke-81 ini, mari kita belajar merdeka dari kebiasaan meminta-minta tanpa menyelesaikan yang sudah ada. Mari kita bangun kejujuran terlebih dahulu sebelum membangun gedung-gedung baru.

Karena gedung yang tinggi pun tak akan berguna, jika pondasi kejujurannya rapuh.

Penulis: Lilik Abdi Kusuma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *