banner 728x250

4 dari 5 Hydran di Bengkayang Kosong Saat Pasar Terbakar, Air Baru Mengalir 10 Jam Kemudian

 

 

BENGKAYANG, ProKontra – Kebakaran hebat yang melanda Pasar Bengkayang pada Minggu dini hari, 16 Agustus 2026 sekitar pukul 03.00 WIB, menyisakan luka baru. Bukan hanya kerugian materi, tapi juga dugaan kelalaian fasilitas vital: Fire Hydrant.

 

Humas Yayasan Pemadam Kebakaran Swasta Kabupaten Bengkayang, Anen, mengungkapkan fakta pahit di lapangan. Dari 5 titik hidran yang ada di Bengkayang, hanya 1 titik di kawasan Polres yang dipastikan selalu stanby air.

 

“Yang 4 titik lainnya kosong terus. Termasuk di Jalan Jerendeng, lokasi kebakaran. Airnya baru ngalir sekitar jam 13.00 siang tadi,” ujar Anen, Minggu (16/8).

 

Akibatnya, tim pemadam kebakaran mengalami kesulitan besar saat memadamkan api di jam-jam kritis. Air baru tersedia hampir 10 jam setelah kejadian.

 

“Ini sangat vital. Hydrant itu media utama kami. Kami berharap PDAM bisa memperhatikan dan memastikan suplai air di semua titik hydrant selalu tersedia 24 jam,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM Bengkayang terkait kondisi 4 titik hydrant yang kosong tersebut.

 

Warga kini mendesak Pemkab Bengkayang segera melakukan audit dan perbaikan menyeluruh, agar kejadian serupa tidak terulang dan fasilitas pemadam kebakaran benar-benar bisa diandalkan saat darurat.

Penulis: Dominikus Tolek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *