ProKontra, Surabaya — Hari Musik Nasional 2026 disiapkan sebagai gerakan kebudayaan untuk menegaskan kembali peran musik sebagai energi pemersatu bangsa.
Peringatan Hari Musik tahun ini di Surabaya akan digelar dengan cara yang berbeda. Sebanyak 1.000 siswa dijadwalkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 Stanza sebagai bagian dari rangkaian kegiatan bertajuk “Gelora Indonesia Raya”.
Acara berlangsung selama dua hari, Minggu–Senin, 8–9 Maret 2026, mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di kompleks makam pencipta lagu kebangsaan Indonesia, Wage Rudolf Supratman, yang terletak di Jalan Kenjeran, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari.
Pemilihan lokasi ini memiliki alasan khusus. Makam WR Supratman dipandang sebagai ruang simbolik untuk mengenang kembali peran musik dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Ketua pelaksana kegiatan, Heri Lentho, menjelaskan bahwa peringatan Hari Musik Nasional tahun ini dirancang bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai gerakan kebudayaan yang menegaskan kembali peran musik sebagai energi pemersatu bangsa.
“Dari makam WR Supratman kita mengingat kembali bahwa musik pernah menjadi alat perjuangan dan pengikat persatuan bangsa,” ujar Lentho.
Rangkaian acara dalam Gelora Indonesia Raya dirancang cukup beragam. Kegiatan dimulai dengan Parade Indonesia Bermusik yang menampilkan berbagai kelompok musik dari komunitas dan pelajar di Surabaya.
Parade ini menjadi panggung terbuka bagi ekspresi musik yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia.
Selain itu, panitia juga mengadakan Ziarah Kebangsaan di makam WR Supratman sebagai bentuk penghormatan kepada pencipta lagu kebangsaan Indonesia.
Dalam prosesi tersebut, para peserta mengikuti doa bersama sekaligus refleksi atas jasa WR Supratman dalam sejarah pergerakan nasional.
Kegiatan juga meliputi Parade Musik Anak yang memberikan ruang bagi generasi muda mengekspresikan kreativitas serta kecintaan mereka terhadap musik nasional.
Selain pertunjukan musik, acara ini menghadirkan ruang diskusi melalui workshop bertema “Musik Membangun Karakter Pemimpin Bangsa”.
Diskusi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman bahwa musik tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan pembentukan kepekaan sosial.
Dalam rangkaian kegiatan, juga akan dilakukan penyerahan bantuan Presiden melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia kepada Institut Musik Jalanan Surabaya.
Penyerahan bantuan akan diwakili oleh Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha.
Puncak acara berlangsung pada Senin pagi, ketika 1.000 siswa dari SMP Negeri 3 Surabaya menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam tiga stanza.
Penampilan tersebut digelar di kawasan Gedung Siola di Jalan Tunjungan. Seribu suara pelajar ini diharapkan menjadi simbol bahwa semangat nasionalisme terus diwariskan kepada generasi muda melalui musik.
Peringatan Hari Musik Nasional setiap 9 Maret terkait erat dengan sosok komponis Indonesia, Wage Rudolf Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan hari kelahirannya pada 9 Maret 1903, sebagai penghormatan atas jasa besar beliau dalam sejarah perjuangan bangsa melalui musik.
Hari Musik Nasional secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Penetapan ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik nasional sekaligus mendorong perkembangan ekosistem musik Indonesia.
Momentum sejarahnya berakar pada peristiwa Kongres Pemuda II 1928 di Jakarta, ketika WR Supratman pertama kali memainkan Indonesia Raya dengan biola.
Alunan musik tersebut kemudian menjadi simbol persatuan dan kebangkitan nasional Indonesia.













