Warga Binaan disaat mengikuti Pondok Romadhon selama 3 hari di hari terakhir Mengkahatamkan Al Quran di Malam Nuzulul Quran
ProKontra, Magetan – Suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah membawa kedamaian yang berbeda bahkan di dalam lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Magetan. Tak hanya merasakan kesucian bulan puasa, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) juga mendapatkan kesempatan khusus untuk mendalami ajaran agama melalui serangkaian kegiatan keagamaan yang digelar selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Rabu (4/3/2026) hingga Jumat (6/3/2026), sebagai bagian dari pembinaan kerohanian yang erat kaitannya dengan momentum Nuzulul Qur’an.
Berbeda dengan kegiatan keagamaan biasanya, program yang diselenggarakan di lingkungan rutan ini dirancang secara terstruktur dengan materi yang saling melengkapi satu sama lain. Mulai dari pembelajaran dasar ibadah Ramadan, pembenahan bacaan Al-Qur’an hingga tingkat tajwid yang lebih baik, hingga koreksi detail gerakan dan bacaan salat yang masih sering menjadi kesalahan bagi sebagian WBP.
Habib, salah satu takmir masjid yang juga aktif sebagai fasilitator kegiatan ini, mengungkapkan bahwa setiap harinya dipersiapkan dengan fokus yang jelas agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
“Hari pertama kita fokus penuh pada tata cara salat yang benar – mulai dari gerakan rukuk, sujud, hingga bacaan doa-doa dalam salat yang seringkali masih keliru. Banyak di antara mereka yang memang belum pernah mendapatkan pembelajaran yang benar tentang ibadah dasar ini sejak kecil, jadi kita mulai dari yang paling mendasar,” jelasnya sambil menunjukkan buku panduan yang digunakan selama pelajaran.
Pada hari kedua, kegiatan tetap berlanjut dengan intensitas yang sama tinggi. Materi difokuskan pada pembenahan bacaan Al-Qur’an, mulai dari cara membaca huruf hijaiyah dengan benar, menghafal surat-surat pendek, hingga memahami makna dari setiap ayat yang dibaca.
“Kita tidak hanya mengajarkan cara membaca, tapi juga sedikit demi sedikit memberikan pemahaman tentang pesan yang terkandung di dalamnya. Sehingga mereka tidak hanya hafal atau bisa membaca, tapi juga mengerti apa yang dibacanya,” tambah Habib.
Puncak kegiatan yang paling dinanti adalah pada hari Jumat (6/3/2026), di mana sekitar 10 WBP yang telah mengikuti pembelajaran dengan konsisten mengikuti proses khataman Al-Qur’an.
Kegiatan ini dimulai sejak pukul 07.00 pagi dan berlangsung terus hingga menjelang waktu berbuka puasa. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk membaca bagian Al-Qur’an yang telah mereka persiapkan sebelumnya, dengan didampingi langsung oleh takmir masjid dan beberapa WBP lain yang sudah mahir membaca Al-Qur’an.
Setelah proses khataman selesai, acara ditutup dengan pengajian umum yang menghadirkan Ustaz Abdul Malik dari Pondok Pesantren Nurul Huda Magetan, yang membawakan materi tentang “Perubahan Diri untuk Masa Depan yang Lebih Baik”.
Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIB Magetan, Andy Sulistiawan, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini bukan hanya sekadar program tahunan yang harus dilaksanakan, tapi merupakan bagian penting dari rangkaian pembinaan mental dan spiritual bagi para WBP. Menurutnya, upaya yang dilakukan selama bertahun-tahun ini sudah terbukti memberikan hasil yang luar biasa dan berdampak jangka panjang.
“Kita punya data yang mencatat bahwa sekitar 80 persen WBP yang telah bebas dan pernah mengikuti kegiatan keagamaan seperti ini menunjukkan perubahan perilaku yang jauh lebih baik ketika mereka kembali ke masyarakat. Mulai dari cara mereka berbicara, menghormati orang lain, hingga cara mereka menjalankan kehidupan sehari-hari dan berinteraksi dengan keluarga serta tetangga,” ungkap Andy dengan penuh keyakinan.
Ia menambahkan bahwa banyak dari mereka yang setelah bebas bahkan aktif menjadi anggota pengurus masjid atau kelompok keagamaan di lingkungan tempat tinggal mereka. Beberapa di antaranya juga menjadi relawan untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di kampung halaman atau membantu orang tua dalam mengurus usaha keluarga.
“Ini bukti bahwa pembinaan yang menyentuh sisi spiritual benar-benar mampu mengubah diri seseorang dari dalam. Setiap orang punya kesempatan untuk berubah, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, dan kita sebagai pihak yang bertugas akan terus mendukung mereka dalam proses perubahan itu,” tegasnya.
Selain kegiatan keagamaan, Rutan Kelas IIB Magetan juga menyediakan fasilitas lain untuk mendukung ibadah WBP selama Ramadan, seperti tempat shalat yang nyaman, penyediaan takjil dan makanan berbuka yang sehat, serta waktu khusus untuk melakukan ibadah tarawih bersama setiap malamnya.













