ProKontra, Magetan – Meski peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus masih beberapa bulan lagi, persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) telah mulai digelar. Pemkab Magetan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) setempat memulai proses dengan memperkuat transparansi dalam seleksi calon Paskibraka 2026.
Langkah awal diwujudkan melalui sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) terkait penggunaan aplikasi transparansi seleksi calon Paskibraka tingkat Kabupaten Magetan tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Ruang Ki Mageti, Kantor Setdakab Magetan, pada 11–12 Februari 2026.
Peserta bimtek berasal dari berbagai unsur, mulai Cabang Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, hingga guru pendamping dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Magetan.
Keterlibatan lintas instansi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menyiapkan generasi muda terbaik daerah.
Plt Kepala Bakesbangpol Magetan, Suwito, menjelaskan bahwa bimtek ini menjadi fondasi awal dari seluruh rangkaian seleksi.
“Bimbingan teknis ini memiliki peran sangat penting sebagai tahap awal dalam proses seleksi calon Paskibraka tingkat daerah tahun 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan semua pihak memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme seleksi, tahapan pelaksanaan, serta kriteria penilaian,” ujarnya, Rabu (11/2).
Menurut Suwito, Paskibraka bukan sekadar petugas upacara, tetapi simbol kehormatan yang mencerminkan disiplin, ketangguhan mental dan fisik, jiwa kepemimpinan, serta nilai kebangsaan. Karena itu, proses seleksi harus berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.
“Seleksi harus benar-benar mampu menghasilkan calon anggota Paskibraka sesuai standar. Transparansi menjadi kunci agar proses ini dipercaya semua pihak,” tegas Suwito.
Ia berharap guru pendamping mendapatkan bekal yang cukup untuk membina dan mempersiapkan siswa di sekolah masing-masing, sehingga proses seleksi di tingkat kabupaten dapat berjalan lancar, tertib, dan berintegritas.
Suwito juga menekankan pentingnya sinergi antara panitia, sekolah, dan instansi terkait. Seluruh materi bimtek disusun berdasarkan pedoman resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Pedoman tersebut mencakup berbagai aspek penilaian, mulai administrasi, kesehatan, kemampuan jasmani, kepribadian, hingga wawasan kebangsaan. Standar yang seragam diharapkan membuat proses seleksi lebih terarah dan adil.
Kegiatan bimtek selanjutnya diisi dengan paparan materi teknis terkait proses seleksi Paskibraka. Para peserta diminta aktif berdiskusi dan memperdalam pemahaman agar tidak terjadi perbedaan persepsi saat pelaksanaan di lapangan.
“Semoga dari proses ini nantinya terpilih putra-putri terbaik Kabupaten Magetan yang siap mengemban tugas sebagai Paskibraka dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan,” pungkas Suwito.













