banner 728x250

Masjid At-Taqwa Parang Jadi Titik Awal Safari Ramadan Pemkab Magetan

ProKontra, Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan memulai Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan memilih lokasi yang memiliki nilai historis kuat. Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti bersama jajaran Forkopimda melaksanakan salat tarawih di Masjid At-Taqwa (Masjid Tiban Kuno) Dusun Godekan, Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Senin (2/3/2026) malam.

Masjid yang diperkirakan berdiri sekitar tahun 1840 tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Bangunan berarsitektur Jawa kuno itu juga menjadi saksi sejarah perjuangan para pengikut Pangeran Diponegoro di wilayah Magetan.

Masjid At-Taqwa dibangun oleh Mbah Imam Nawawi, seorang prajurit Pangeran Diponegoro yang kemudian menetap di kawasan tersebut setelah perang berakhir. Struktur utama masjid yang didominasi kayu jati masih terawat dengan baik hingga sekarang, mempertegas karakter bangunan kuno yang usianya hampir dua abad.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, Ketua DPRD Magetan Suratno, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, Ketua Pengadilan Agama Magetan Mayasari Oktavia, Ketua Pengadilan Negeri Magetan Dr. Hermin Sriwulan, perwakilan Lanud Iswahjudi Letkol Pom Yudhi Faizar, Kasdim 0804/Magetan Mayor Inf Tomy Fedi Anugrahan, Wakil Ketua II DPRD Magetan H. Puthut Pujiono, Sekda Magetan Drs. Welly Kristanto, serta jajaran Forkopimda, OPD, tokoh agama, dan masyarakat setempat.

Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, Romelan, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas dipilihnya masjid bersejarah tersebut sebagai lokasi Safari Ramadan pertama.

“Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Ini menjadi kunjungan perdana Bupati Magetan bersama jajaran Forkopimda ke Masjid At-Taqwa,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa masjid peninggalan era Diponegoro itu berada dalam pengawasan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK). Takmir dan masyarakat setempat berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian warisan tersebut.

“Semoga keberkahan para leluhur di masjid ini terus mengalir hingga generasi berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama merawat keaslian bangunan bersejarah tersebut.

“Masjid ini adalah aset berharga yang wajib kita pelihara karena memiliki nilai sejarah yang tinggi,” tegasnya.

Bupati juga memastikan rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H di Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, berlangsung aman dan tertib. Ia sekaligus menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada masyarakat.

“Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan rida Allah SWT,” tuturnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kultum oleh Ketua MUI Kabupaten Magetan K.H. Ahmad Fathoni serta doa bersama.

Pemkab Magetan telah menjadwalkan Safari Ramadan selanjutnya pada Selasa (3/3/2026) di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang berada di depan Lapangan Jatisari, Desa Tladan, Kecamatan Kawedanan. Agenda berikutnya digelar Rabu (4/3/2026) di Masjid Hidayatullah Amali, Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *