Malam Tahun Baru 2026 di Desa Krowe Ngaji Bareng
ProKontra, Magetan – Di tengah hebohnya perayaan malam tahun baru 2026 yang biasanya diisi dengan tarasakuran, musik, atau acara hiburan lainnya di berbagai pelosok jagat, Desa Krowe, khususnya RW 04 yang mencakup RT 01, 02, 03, dan 04, menawarkan warna berbeda.
Malam itu, tempat yang disediakan panitia dipadati oleh warga dengan antusiasme yang luar biasa, semua berkumpul untuk acara “Krowe Ngaji Bareng”, yang diiringi oleh suara merdu Banjari Cokropati dari kelompok Santri Kalong.
Acara dibuka dengan sambutan dari tokoh masyarakat RW 04, KH. Adam, dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya pengajian sebagai amalan yang harus tertanam dalam sanubari setiap individu.
“Pengajian bukan hanya acara sementara,” ujar KH. Adam, melainkan bekal spiritual yang akan membimbing kita dalam langkah-langkah tahun baru yang akan datang. Kata-katanya menyentuh hati hadirin, membuat suasana semakin khusyuk.
Selanjutnya, sambutan dari Kepala Desa Krowe, yang diwakili oleh Bapak Modin, beliau menyampaikan maaf atas ketidakhadiran Kepala Desa karena urusan mendesak yang tidak dapat ditinggalkan.
“Pihak desa berharap acara ini bisa menjadi rutin setiap tahun baru,” ujar Bapak Modin dengan bangga, karena hampir seluruh jagat merayakan malam tahun baru dengan tarasakuran atau hiburan lainnya, namun hanya di Krowe kita menyambut tahun baru dengan pengajian yang penuh keberkahan.
Kemudian, Gus Anam, pimpinan Santri Kalong, menceritakan, cerita menarik tentang perencanaan acara ini.
“Awalnya, ada usulan untuk membuat acara dangdutan seperti di tempat lain,” katanya sambil menertawakan ringan.
Namun, kita mengingat masa lalu, hanya tiga lagu dangdutan sudah harus dibukarkan alias dihentikan. Akhirnya, saya mengusulkan untuk mengganti dengan pengajian, dan semua pihak yang punya hajat langsung menyetujui.
Jadi, lahirlah ‘Krowe Ngaji Bareng’ untuk menyambut tahun 2026!” Cerita ini membuat hadirin terhibur sekaligus merasa bangga dengan pilihan yang diambil.
Acara inti adalah ceramah Gus Eeng dari Sidoarjo, yang menyampaikan pesan mendalam.
“Di luar sana, mungkin ada orang yang dianggap jahat, mabuk, atau bejat terhadapa Santri Kalong dan terhadap kita semua,” ujar Gus Eeng dengan nada tegas namun penuh kasih.
Namun, hati kita harus selalu lillahi ta’ala, tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Intinya, setiap ibadah yang kita jalankan harus sampai ke hati agar bisa merasuk dan selalu teringat.
Jangan pernah sombong, karena hanya Allah yang maha sombong.
Ceramah ini membuat suasana menjadi sangat khusyuk, dengan hadirin terfokus dan merenungi pesan yang disampaikan.
Selama acara, suara Hadroh Banjari Cokropati dari Santri Kalong semakin memperkaya suasana spiritual. Lagu-lagu religi yang dinyanyikan dengan merdu membuat malam tahun baru di Desa Krowe terasa lebih berarti dan penuh keberkahan.
Warga berharap acara ini benar-benar menjadi tradisi tahunan, menjadi identitas khas Desa Krowe dalam menyambut tahun baru dengan penuh keimanan.













