banner 728x250

Diduga Distribusikan BBM Menyalahi Jam Kerja dan Ijin, Pertamina Wajib Berikan Sanksi Keras

ProKontra, Sekadau – SPBU 64-795-02 rawak diduga Distribusikan BBM menyalahi jam kerja dan ijinnya, pertamina wajib berikan sangsi keras.

Informasi yang sering didapatkan media dari masyarakat bahwa minyak (BBM) hanya hitungan jam langsung ludes, bahkan beberapa kali diberitakan media tampak acuh dan terkesan kebal hukum.

Pada 20 Desember 2025, tim dari ProKontra.id yang bertugas di Sekadau Kalimantan Barat mendapatkan informasi kembali dari masyarakat bahwa Jumat 19 Desember tepatnya tengah malam adanya aktifitas pengisian minyak (BBM) dikegelapan.

“Kemarin itu ada pengisian malam hari, mungkin malam ini juga ada pengisian,” ungkap masyarakat melalui via telephon, Sabtu (20/12/2025)

Mendapatkan informasi tersebut, tim yang bertugas bersama rekan-rekan lainnya langsung melakukan pemantauan sekitar pukul 19.00 WIB, dan sesampainya di SPBU dengan Nomor Registrasi 64-795-02 Rawak alangkah terkejutnya melihat mobil bermuatan dirigen kurang lebih enam unit dengan bak terbuka dan mini bus yang didalamnya berisi dirigen dengan berukuran 60 sampai 70 liter.

Bahkan, parahnya lagi disaat tim dari media datang dan bertanya itu lampu yang ada di SPBU langsung dimatikan oleh petugas yang berjaga.

Setelah mendapatkan informasi dan kenyataan dilapangan, Tim yang bertugas menghubungi Manager SPBU untuk mengkonfirmasi hal tersebut, namun dengan bahasanya Manager tersebut malah balik tanya kepada rekan media.

“Mobil siapa didalam itu bang? Bakar saja itu bang !! Memang kurang ajar sekali orang itu. Bakar saja !!,” ucap Manager SPBU 64-795-02 melalui via telephone, Sabtu (20/12/2025)

Lebih lanjut, Manager tersebut menegaskan bahwa kondisi saat ini memang lagi kesusahan minyak (BBM), ia menyebut minyak yang ada di SPBU tersebut dari Pontianak, dan mendekati Natal dan Tahun Baru sangatlah kesusahan mendapatkan minyak (BBM)

“Itu mobil punya Bambang, keluarkan saja !! Aku tadi sudah suruh Dona untuk keluarkan, orang mau Natal gini susah minyak,” tegasnya melalui via Telephone.

Sementara itu, Dona selaku pengawas SPBU membenarkan antrian mobil tersebut.

“Aku saja baru di SPBU bang, mereka mau antri Pertalite untuk besui pagi mungkin, makanya saya keatas tadi mau kempeskan ban mereka bang,” ungkapnya.

Menurut sumber yang dapat dipercaya, bahwa solar di SPBU tersebut juga biasa ditelap, mereka dulu dalam kegelapan menelap puluhan liter bak zombie bekerja dimalam hari.

Penulis: A.Anton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *