banner 728x250

Waspada Bencana dan Kebakaran, RSUD dr. Soeroto Tingkatkan Keselamatan Pasien dan Nakes

IKUTI SOSIALISASI--Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soeroto Ngawi menggelar sosialisasi, pelatihan, dan simulasi kesiapsiagaan bencana di Ruang Komite Medik, Selasa (23/6/2026)

IKUTI SOSIALISASI–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soeroto Ngawi menggelar sosialisasi, pelatihan, dan simulasi kesiapsiagaan bencana di Ruang Komite Medik, Selasa (23/6/2026)

NGAWI, ProKontra– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soeroto Ngawi menggelar sosialisasi, pelatihan, dan simulasi kesiapsiagaan bencana di Ruang Komite Medik, Selasa (23/6/2026). Kegiatan itu digelar untuk meningkatkan keselamatan pasien,  pengunjung, dan tenaga kesehatan (nakes) di RSUD dr. Soeroto Ngawi.

Direktur RSUD dr. Soeroto, dr. Agus Priambodo menyatakan bentuk peningkatan keselamatan pasien, pengunjung dan nakes berupa penguatan mitigasi bencana dan penanggulangan kebakaran dengan menggandeng Tim SAR Sikatan.

Ia mengatakan rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh personel siap menghadapi berbagai ancaman bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Rumah sakit tidak hanya berfokus pada pelayanan dan penanganan medis pasien. Tetapi juga harus sigap menghadapi berbagai potensi bencana seperti banjir, gempa bumi, maupun kebakaran. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh personel menjadi hal yang sangat penting,” kata Agus.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran manajemen, pejabat struktural, serta relawan internal rumah sakit sebagai bagian dari implementasi manajemen risiko dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.

Agus mengatakan kesiapan menghadapi bencana merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan rumah sakit. Melalui pelatihan ini, seluruh pegawai diharapkan memahami prosedur operasional standar (SOP) penanganan darurat sehingga mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur ketika terjadi insiden

Agus menambahkan  kegiatan ini akan dilanjutkan dengan simulasi lapangan pada Jumat (26/6/2026). Simulasi tersebut menjadi langkah konkret untuk menguji kesiapan personel sekaligus memperkuat sistem mitigasi risiko di lingkungan rumah sakit.

Ia berharap, seluruh petugas semakin siap dalam menghadapi situasi darurat, mempercepat proses evakuasi. Selain itu kegiatan dapat  meminimalkan risiko terhadap pasien, petugas, maupun pengunjung rumah sakit.

Instruktur SAR Sikatan, Broto Sanjoyo, menjelaskan  pelatihan tahap pertama difokuskan pada pembekalan teori mengenai jenis-jenis alat pemadam kebakaran dan teknik penggunaannya.

“Kegiatan hari ini merupakan tahap transfer pengetahuan. Peserta dikenalkan dengan berbagai peralatan pemadam kebakaran dan tata cara penggunaannya sebelum nantinya melakukan praktik langsung di lapangan,” jelas Broto.

Selain itu peserta akan mendapatkan pengalaman praktik langsung menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), masker darurat, hingga pakaian pelindung tahan api sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Penulis: MAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *