banner 728x250

Hadiri Pelantikan Kwarda Kalbar, Yustianus Perkuat Komitmen Bengkayang untuk Pramuka

ProKontra, Pontianak — Pontianak pagi itu menghadirkan suasana penuh optimisme. Di sebuah aula yang dihiasi nuansa merah putih serta atribut Gerakan Pramuka, tampak sosok dari wilayah utara Kalimantan Barat yang duduk bersama para tokoh pembina Pramuka dari berbagai kabupaten dan kota. Sosok tersebut adalah Yustianus, S.E., M.M.

Kehadirannya bukan semata sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang. Ia juga mengemban amanah sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bengkayang. Dua tanggung jawab besar yang berpadu dalam satu misi: membentuk generasi muda yang berintegritas dan berkarakter kuat.

Pada kesempatan tersebut, Majelis Pembimbing Daerah, Kwartir Daerah, serta Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Kalimantan Barat resmi dikukuhkan. Prosesi pelantikan itu lebih dari sekadar pergantian kepengurusan. Momen tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat semangat kepramukaan di seluruh penjuru Kalimantan Barat, dari wilayah pesisir hingga daerah perbatasan.

Ketika nama Yustianus dipanggil, suasana ruangan dipenuhi tepuk tangan penghormatan. Dengan penampilan rapi dan lencana Pramuka yang terpasang di dadanya, ia menunjukkan ketenangan sekaligus komitmen yang kuat. Baginya, Gerakan Pramuka bukan hanya aktivitas pendamping pendidikan, melainkan wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan.

Melalui Tri Satya dan Dasa Dharma, Pramuka mengajarkan berbagai nilai penting seperti kedisiplinan, kepedulian sosial, kecintaan terhadap lingkungan, serta semangat kebangsaan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda Bengkayang dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.

Partisipasi Yustianus dalam pelantikan tersebut juga menjadi simbol nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang terhadap Gerakan Pramuka. Pembinaan generasi muda tidak hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah daerah melalui kolaborasi bersama Kwartir Daerah Kalimantan Barat.

Semangat yang dibawa menunjukkan bahwa investasi terbaik bagi daerah adalah investasi pada sumber daya manusia. Pramuka menjadi sarana untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki moralitas, spiritualitas, dan kepedulian sosial yang tinggi.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru Mabida, Kwarda, dan LPK, sistem pembinaan kepramukaan di Kalimantan Barat diharapkan semakin efektif. LPK berperan menjaga transparansi dan akuntabilitas organisasi, Mabida memberikan arahan strategis, sedangkan Kwarda menjadi penggerak utama berbagai program pembinaan. Di sisi lain, Kwarcab Bengkayang di bawah kepemimpinan Yustianus siap menerjemahkan berbagai program tersebut menjadi aksi nyata di lapangan.

Ke depan, berbagai kegiatan positif dapat terus berkembang. Mulai dari pelatihan keterampilan dan pelestarian lingkungan bagi anggota Pramuka di Sanggau Ledo, kegiatan kewirausahaan bagi peserta jambore di Teriak, hingga aksi sosial yang melibatkan Pramuka Penegak di wilayah perbatasan Jagoi Babang. Semua itu berakar dari komitmen yang diteguhkan dalam pelantikan hari ini.

Rangkaian acara memang telah usai, tetapi amanah yang diemban baru saja dimulai. Simbol-simbol kehormatan telah disematkan, dan bendera organisasi telah berkibar. Kini saatnya seluruh elemen, baik pembina, orang tua, pemerintah, maupun masyarakat, mengambil peran dalam mewujudkan nilai-nilai Dasa Dharma melalui tindakan nyata.

Sebab Pramuka bukan sekadar kegiatan berkemah atau aktivitas seremonial. Pramuka adalah proses pembentukan karakter manusia yang utuh. Melalui komitmen yang ditunjukkan Yustianus, Bengkayang menegaskan kesiapannya untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas.

Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.

Penulis: Red/JK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *