banner 728x250

Pemerintah Salurkan 7.700 Ton Jagung SPHP untuk Peternak di Magetan

ProKontra, Magetan – Pemerintah mulai mengambil langkah untuk menekan tingginya harga pakan ternak yang selama ini dikeluhkan para peternak ayam petelur. Badan Pangan Nasional menyalurkan sebanyak 7.700 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak di Magetan, Sabtu (9/5/2026).

Penyaluran dilakukan melalui Perum Bulog di gudang Bulog Magetan, Jalan Raya Ngawi No 1-A, Gulun, Kecamatan Maospati. Pada tahap awal, dua truk jagung didistribusikan kepada Koperasi Pindar Petelur Nasional (PPN) Magetan dan Koperasi Produsen Ternak Rakyat Magetan.

Program tersebut menjadi penyaluran perdana secara nasional yang dihadiri langsung Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, Bupati Magetan Nanik Sumantri, jajaran Bulog Ponorogo/Magetan, serta perwakilan peternak.

Maino menjelaskan, penyaluran jagung SPHP ditujukan membantu peternak ayam petelur mandiri, mulai dari skala mikro, kecil, hingga menengah. Berbeda dengan tahun sebelumnya, penyaluran tahun ini dibuka hingga akhir tahun tanpa adanya batasan waktu.

“Alhamdulillah di Magetan setelah diskusi dengan teman-teman peternak dan Bulog, sekarang sudah bisa mulai berproses untuk pembelian jagung pemerintah melalui Perum Bulog. Ini memang dibutuhkan peternak layer mandiri, baik mikro, kecil maupun menengah,” ujarnya.

Jagung SPHP nantinya akan disalurkan melalui lima koperasi peternak di Magetan. Proses penebusan dilakukan secara terkoordinasi oleh koperasi dengan pendampingan Bulog menggunakan sistem aplikasi digital agar distribusi tercatat dengan baik dan akuntabel.

Menurut Maino, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kestabilan harga telur dan pakan ternak. Saat ini harga jagung di tingkat peternak masih relatif tinggi, sementara harga telur justru mengalami penurunan.

Badan Pangan Nasional juga menugaskan Perum Bulog melakukan pengadaan jagung nasional untuk cadangan pemerintah. Tahun ini target pengadaan ditetapkan mencapai 242 ribu ton yang akan digunakan sebagai instrumen intervensi saat harga jagung mengalami kenaikan.

“Nanti cadangan pemerintah ditargetkan sampai satu juta ton agar cukup menjaga stabilitas. Jadi saat harga jagung tinggi, pemerintah bisa melakukan intervensi untuk membantu peternak,” jelasnya.

Selain itu, Bapanas bersama Pemerintah Kabupaten Magetan turut membahas skema kemitraan antara peternak lokal dengan daerah-daerah yang mengalami kekurangan pasokan telur seperti Maluku dan Papua. Saat ini harga telur di wilayah timur Indonesia disebut telah mencapai lebih dari Rp 30 ribu per kilogram.

Maino berharap peluang pasar tersebut dapat dimanfaatkan oleh peternak Magetan agar harga telur di tingkat peternak kembali membaik.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, memastikan stok jagung aman untuk memenuhi kebutuhan peternak. Saat ini stok jagung di gudang Bulog Ponorogo mencapai 8.200 ton.

“Untuk Magetan sendiri ada lima koperasi yang akan menerima penyaluran. Kami siap melayani pengambilan jagung, termasuk hari Sabtu dan Minggu sampai akhir tahun,” katanya.

Bupati Magetan Nanik Sumantri mengapresiasi langkah Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog yang dinilai mampu membantu meringankan beban peternak di tengah mahalnya harga pakan.

“Magetan menjadi daerah pertama yang mendapat support dari Bapanas. Ini sangat membantu karena saat ini harga telur turun sementara harga pakan naik,” ujarnya.

Perwakilan Asosiasi Peternak Telur Magetan, Surohman, menyebut bantuan jagung SPHP sangat dinantikan para peternak. Menurutnya, selama ini peternak menghadapi kesulitan akibat harga pakan yang terus meningkat sementara harga telur belum stabil.

“Kami berharap ke depan bisa terus bermitra dengan pemerintah dan stakeholder lain agar harga pakan dan harga telur bisa lebih stabil,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *