banner 728x250

Kekurangan Ruang Kelas, Murid SD di Magetan Belajar di Teras Sekolah

ProKontra, Magetan — SD Negeri 3 Sumber Sawit mengalami kondisi yang cukup memprihatinkan. Sejumlah siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di luar ruang kelas tanpa alas pada Kamis (7/5/2026). Mereka belajar di teras sekolah, ruang guru, hingga halaman sekolah akibat keterbatasan ruang belajar.

Sekolah dasar negeri tersebut hanya memiliki tiga ruang kelas yang digunakan untuk siswa kelas 1 sampai kelas 6. Bahkan, dua ruang kelas harus dipakai bersama oleh dua tingkat kelas yang berbeda.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para siswa terlihat mengerjakan tugas dengan duduk di lantai tanpa tikar maupun meja belajar yang memadai. Kondisi tersebut disebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Fahri, salah satu siswa SD Negeri 3 Sumber Sawit, mengatakan dirinya bersama teman-temannya harus belajar di luar ruangan karena ruang kelas digunakan untuk ujian siswa kelas 6.

“Karena kelas 6 sedang ujian, kami belajar di teras karena tidak ada ruangan. Biasanya di panti (balai pertemuan desa). Biasanya di dalam ruangan, tapi takut berisik karena kelas 6 ujian,” ujarnya.

Plt Kepala SD Negeri 3 Sumber Sawit, Supriyana Suyanta, menjelaskan keterbatasan gedung membuat sekolah harus memindahkan sebagian siswa belajar di luar kelas agar pelaksanaan ujian tetap kondusif.

“Gedung memang terbatas. Satu ruang digunakan untuk ujian. Kalau anak-anak ditempatkan dekat ruang ujian, dikhawatirkan mengganggu karena mereka kadang masih bercanda atau berbicara,” katanya saat ditemui di sekolah.

Menurutnya, sekolah hanya memiliki empat ruangan yang terdiri dari tiga ruang kelas dan satu ruang kantor yang juga difungsikan sebagai ruang guru, ruang kepala sekolah, sekaligus ruang komputer.

“Ada dua ruang yang dipakai bersama oleh dua kelas berbeda,” ungkapnya.

Selain kekurangan ruang belajar, kondisi bangunan sekolah juga memerlukan perhatian. Beberapa bagian plafon mengalami kerusakan dan atap sekolah sempat diperbaiki secara mandiri oleh pihak sekolah.

“Genteng kemarin baru diganti secara mandiri. Kalau plafon masih belum bisa diperbaiki,” tambahnya.

Kondisi tersebut turut ditinjau langsung oleh Suhardi. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan itu datang langsung ke sekolah pada Jumat (8/5).

Suhardi mengakui keterbatasan ruang belajar di SD Negeri 3 Sumber Sawit merupakan persoalan yang sudah lama terjadi. Dari tiga ruang kelas yang tersedia, satu ruangan harus disekat menjadi dua kelas karena keterbatasan lahan dan jumlah siswa yang sedikit.

“Ruang kelas sebenarnya ada tiga, tetapi satu ruang dibagi menjadi dua kelas. Jumlah seluruh murid sekitar 33 anak dari kelas 1 hingga kelas 6,” katanya.

Ia menyebut sekolah tersebut tetap dipertahankan karena menjadi satu-satunya sekolah di wilayah dusun setempat. Jika dilakukan regrouping, siswa harus menempuh jarak yang cukup jauh dengan akses medan yang sulit.

“Kalau ditutup kasihan anak-anak, karena sekolah lain cukup jauh,” ujarnya.

Terkait kerusakan bangunan, pihak Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan berjanji segera melakukan perbaikan, terutama pada plafon yang rusak serta fasilitas pendukung lainnya seperti toilet dan ruang guru.

“Kami segera menindaklanjuti plafon yang jebol itu. Yang penting anak-anak tetap nyaman dan hak belajarnya terpenuhi,” tegasnya.

Meski begitu, Suhardi mengakui pembangunan ruang kelas baru sulit direalisasikan karena lahan sekolah sudah tidak tersedia dan jumlah rombongan belajar belum memenuhi syarat pembangunan tambahan ruang kelas berdasarkan sistem pendataan pendidikan nasional.

Sebagai solusi sementara, pihak sekolah diminta memastikan siswa yang belajar di luar ruangan tetap memperoleh alas belajar yang layak.

“Kalau pembelajaran lesehan seperti itu, harus ada alasnya. Anak-anak tetap membutuhkan kenyamanan dan konsentrasi saat belajar,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *