banner 728x250

Edukasi Ketahanan Pangan : Bulog Ponorogo Ajak Siswa SMK 3 Madiun Tinjau Langsung Proses Produksi Beras

Kepala Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto

 

ProKontra, Magetan – Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo membuka pintu lebar bagi generasi muda untuk memahami alur ketahanan pangan nasional. Hari ini, sebanyak 40 siswa dari SMK 3 Madiun berkesempatan melihat langsung rantai produksi beras, mulai dari lahan pertanian hingga masuk ke gudang penyimpanan.

Kepala Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai kondisi pangan di Indonesia saat ini serta peran strategis pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.

SMK 3 Madiun berkesempatan melihat langsung rantai produksi beras, mulai dari lahan pertanian hingga masuk ke gudang penyimpanan.

 

Dukungan Penuh untuk Petani

Dalam kunjungan tersebut, Budiwan menekankan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kesejahteraan petani dengan melakukan penyerapan gabah sesuai harga yang ditetapkan.

“Kami ingin memperlihatkan bahwa pemerintah sangat mendukung petani. Kita membeli di harga sesuai ketetapan pemerintah,” ujar Budiwan.

Para siswa tidak hanya menerima teori di dalam kelas, tetapi diajak langsung ke lapangan untuk merasakan pengalaman praktis. Beberapa tahapan yang dipelajari meliputi:

Proses Pemanenan: Siswa diperkenalkan dengan alat panen modern (combine harvester). Bahkan, mereka diberikan kesempatan untuk naik ke atas mesin guna merasakan sensasi memanen gabah di sawah.

Pengolahan Teknis: Penjelasan mengenai cara pengolahan gabah menjadi beras berkualitas baik, mulai dari proses pengeringan (drying) hingga penggilingan (milling).

Manajemen Stok: Meninjau kondisi gudang penyimpanan untuk melihat standar kualitas beras yang siap didistribusikan.

Stok Pangan Melimpah

Terkait ketersediaan pangan, Budiwan memastikan bahwa stok beras saat ini dalam kondisi sangat aman. Secara nasional, cadangan pangan mencapai hampir 5 juta ton.

“Di sini sendiri gudang kita sudah penuh, bahkan kami sampai menyewa gudang di luar untuk menampung stok yang ada. Ini membuktikan bahwa ketersediaan kita sangat mencukupi,” tambahnya.

Harapan dan Keterbukaan Informasi

Kunjungan ini diharapkan dapat menyelaraskan antara teori yang dipelajari siswa di sekolah dengan praktik nyata di industri. Budiwan menyatakan bahwa Bulog Ponorogo sangat terbuka bagi lembaga pendidikan lain yang ingin melakukan studi serupa.

“Kami membuka diri jika ada sekolah atau SMK lain yang ingin melakukan semacam wisata studi pembelajaran. Kami ingin mahasiswa dan siswa tahu kondisi lapangan secara riil, sehingga mereka paham bagaimana proses panjang sebuah butir beras hingga sampai ke meja makan,” pungkasnya.

Penulis: Dani Kusuma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *