ProKontra, Magetan – Bukan hanya sekedar ujian biasa, TKA (Tes Kemampuan Akademik) di Kabupaten Magetan menjadi sorotan publik. Pasalnya, tes ini menjadi tolak ukur capaian belajar siswa dan cerminan kesiapan sistem pendidikan di daerah.
Secara terbuka, Kepala Dikpora Magetan, Suhardi menjelaskan detail pelaksanaan, jadwal, hingga kendala yang dihadapi di lapangan, khususnya di Satuan Pendidik yang ada di Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
“Pelaksanaan ini sangat penting agar masyarakat khususnya orang tua siswa tidak hanya tau, tetapi juga paham ilmunya mengenai bagaimana proses pendidikan berjalan di daerah, khususnya di Magetan, Jawa Timur,” bebernya. Senin (20/4/2026).
Menurutnya, seluruh tahapan TKA ini dilaksanakan berdasarkan aturan dan jadwal yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen). Pembagian waktunya sudah ditetapkan secara bertahap agar tidak menumpuk:
- Tingkat SMP : Telah dilaksanakan secara serentak mulai tanggal 6 April hingga 16 April. Tahap ini sudah selesai dilaksanakan, namun meninggalkan sejumlah catatan penting.
- Tingkat SD : Akan segera dilaksanakan, jadwalnya dimulai tanggal 20 April hingga 30 April. Tahap ini masih menanti dan menjadi perhatian besar apakah akan berjalan lebih baik dari tahap sebelumnya.
“Selama proses TKA tingkat SMP berlangsung ada beberapa kendala teknis yang cukup mengganggu kelancaran TKA. Mulai dari gangguan infrastruktur (listrik), dan server yang kadang penuh karena berbarengan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dari ini semua tentu mendapatkan ilmu dan pembelajaran yang dapat diambil, yang mana diantaranya pentingnya membackup atau rencana cadangan, dan masih banyak lagi. Kesiapan teknis ini adalah bagian dari pendidikan kedisiplinan dan manajemen.
Menurut Suhardi, transparansi pemerintah sangat diperlukan. Masyarakay berhak tahu kondisi sebenarnya, dan pemerintah tidak menutup-nutupi masalah.
“ustru dengan keterbukaan ini publik bisa mengerti bahwa ada upaya perbaikan yang sedang dilakukan. Kejujuran ini akan membangun kepercayaan yang lebih besar dibandingkan berpura-pura semuanya baik-baik saja padahal di lapangan banyak yang tersendat,” jelasnya.
Untuk tingkat SD sendiri, Suhardi menuturkan bahwa jadwal sudah didepan mata, harapan besar tertuju pada Dikpora dan seluruh pihak terkait.
“Semoga kendala yang terjadi pada tingkat SMP menjadi evaluasi yang berharga. Jangan sampai masalah yang sama terulang kembali. Perbaiki sistem, siapkan infrastruktur yang lebih tangguh, dan pastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk mengikuti tes dengan nyaman dan adil,” katanya.
Ia menegaskan, tujuan TKA ini untuk melihat kualitas pendidikan di Kabupaten Magetan, semoga kedepan proses TKA ini berjalan dengan minimnya gangguan dan lancarnya pelaksanaan.













