ProKontra, Sekadau, Kalbar – Dua anak perusahaan dari DSN Group, yakni PT Agro Andalan dan PT Mitra Nusantara Sarana, menggelar studi banding ke Kampung Ansok, Dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta, terdiri dari perwakilan perusahaan dan kepala desa binaan sekitar wilayah kerja PT Agro Andalan. General Manager PT Agro Andalan, Imanuel Tibian, menjelaskan bahwa rombongan juga melibatkan Kepala Desa Setawar, P. Nasar; Kepala Desa Mondi, Wulan Thomas; serta Kepala Desa Suak Medang, Dedy Sumitro.
“Dalam kegiatan ini kami membawa kepala desa binaan di sekitar Agro Andalan. Total rombongan ada 30 orang,” jelas Imanuel Tibian melalui pesan WhatsApp kepada awak media.
Tokoh masyarakat Ansok menyebut bahwa tanaman kopi di daerah tersebut telah dibudidayakan secara turun-temurun selama ratusan tahun dan menjadi bagian dari kehidupan warga.
Kepala Desa Suak Medang, Dedy Sumitro, turut mengapresiasi kegiatan ini. “Sangat-sangat kami rasakan dan bermanfaat bagi kami, sehingga harapan kami ke depan, apa yang kami dapatkan di sini bisa jadi motivasi di kami, khususnya di Desa Suak Medang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Setawar, P. Nasar, juga mengaku terinspirasi dengan praktik pertanian di daerah tersebut. “Kesannya sangat luar biasa. Rupanya desa di pedalaman Kabupaten Sintang ini sangat banyak inspiratif dan inovatif dalam membudidayakan hutan dan lingkungannya,” ungkapnya.
Senada, Kepala Desa Mondi, Wulan Thomas, menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya. “Ini momen bagi kami di Desa Mondi untuk menyiapkan petani-petani yang akan menanam kopi,” tuturnya.
Kegiatan studi banding ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama lintas daerah sekaligus meningkatkan kapasitas petani binaan dalam mengembangkan budidaya kopi berkelanjutan.













